loading...
Kategori
KeuanganBank
Mode Baca
Kurs USD-IDR
4/24/2014
11.630
IHSG
4/24/2014
4.891,08
-2,07 (-0,04%)
Minyak Mentah
4/23/2014
102,15
0,02 (0,02%)
Emas
4/24/2014
1.278,00
-6,20 (-0,49%)

RUPSLB Bank Mandiri setujui harga saham rights issue

Online: Jum'at, 28 Januari 2011 | 19:55 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri menyetujui rencana peningkatan modal melalui Penawaran Umum terbatas 2.336.838.591 saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Harga saham rights issue ditetapkan sebesar Rp5.000 per saham dan diharapkan Bank Mandiri dapat memperoleh dana hingga Rp11,68 triliun. 

Selanjutnya masa perdagangan HMETD akan dilaksanakan 14-21 Februari 2011. Dengan tuntasnya pelaksanaan rights issue tersebut, Bank Mandiri siap untuk mendorong pertumbuhan yang lebih baik untuk mencapai visi menjadi The Most Admired & Progressive Financial Instituion.

“Dana yang diperoleh melalui rights issue sepenuhnya akan kami gunakan untuk memperkuat struktur permodalan guna merealisasikan rencana bisnis hingga lima tahun ke depan yang telah kami susun sebelumnya. Kami meyakini, bank dengan struktur permodalan yang kuat akan memberikan persepsi positif di mata masyarakat sehingga dapat meningkatkan daya saing baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini.

Menurut Zulkifli Zaini, Bank Mandiri memerlukan permodalan yang kuat dan mempunyai daya tahan yang tinggi untuk menjadi pemain utama dalam mendukung pembangunan perekonomian Indonesia. Dengan tambahan modal yang berasal dari rights issue tersebut Bank Mandiri diperkirakan akan menjadi satu-satunya bank yang memenuhi status Bank Internasional dari sisi modal.

Meskipun rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mandiri pada akhir September 2010 berada di tingkat yang baik yaitu 13,3%, jauh diatas ketentuan minimal Bank Indonesia, bank tetap perlu menjaga kekuatan permodalan untuk ekspansi bisnis, khususnya penyaluran kredit.

Bank Mandiri terus berkomitmen menjaga pertumbuhan dengan baik. Komitmen tersebut membuahkan hasil dengan terus membaiknya kinerja perseroan. Selama tahun 2010 Bank Mandiri berhasil mencatat pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari pertumbuhan kredit nasional. Pada akhir triwulan III/2010 kredit Mandiri tumbuh 23,1% menjadi Rp230,1 triliun dari Rp186,9 triliun di September 2009, dengan rasio NPL net 0,74%. Dari pertumbuhan kredit tersebut, asset Bank Mandiri meningkat dari Rp365,7 triliun pada akhir September 2009 menjadi Rp408,3 triliun di akhir September 2010. 

Laba bersih pada periode yang sama tumbuh 36,4% menjadi Rp6,4 triliun, atau naik Rp1,7 triliun dari Rp4,7 triliun tahun sebelumnya. Bahkan, sesuai dengan laporan keuangan hasil review bulan Oktober 2010, laba bersih Bank Mandiri untuk period 10 bulan telah mencapai Rp7,33 triliun, lebih tinggi dibanding satu tahun penuh 2009. kbc7

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda