Asosiasi Multi-Level Marketing yakin capai penjualan Rp1,5 triliun

Selasa, 16 Maret 2010 | 08:57 WIB ET
Produk Mistica, salah satu produk dari perusahaan dengan pemasaran berbasis jaringan (dok. Synergy WorldWide)
Produk Mistica, salah satu produk dari perusahaan dengan pemasaran berbasis jaringan (dok. Synergy WorldWide)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Omzet bisnis berjaringan atau yang lebih dikenal sebagai bisnis multi-level marketing (MLM) diprediksi bakal tembus sekitar Rp1,5 triliun. Kawasan Indonesia timur berkontribusi sekira 30% dari capaian omzet tersebut.

Demikian dikatakan Ketua Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI) Indonesia Timur Agus Darmanto saat dihubungi, Selasa (16/3/2010).

Agus mengatakan, kinerja bisnis berjaringan relatif lebih stabil karena konsumennya juga menjadi member sebuah perusahaan MLM. Sehingga, laju penjualan turut terjaga.

"Tahun 2008 lalu omzet APLI secara nasional Rp1 triliun. Tahun 2009 belum ada laporan, tapi mungkin sekitar Rp1,25 triliun. Tahun ini kurang lebih baik sedikit Rp1,5 triliun," ujar Agus.

Di Indonesia timur, kata Agus, kinerja APLI terus terjaga. Bisnis MLM kini tak hanya terkonsentrasi di Jabodetabek, tapi sudah merambah ke berbagai daerah. "Jaringan terus menyebar, apalagi banyak pemain baru," jelas Agus yang juga Regional Manager Synergy WorldWide tersebut.

Agus mengatakan, untuk menjaga kinerja, hal utama yang harus dilakukan perusahaan berbasis MLM adalah kualitas produk. Jaringan besar memang diperlukan, tapi kualitas produk lebih utama.

"Kalau kualitas produknya benar-benar bagus, otomatis pembentukan jaringan akan lebih mudah, karena pemasaran dari mulut ke mulut bisa lebih masif," kata Agus. kbc5

Bagikan artikel ini: