loading...
Kategori
Aneka BisnisTop Figure
Mode Baca

Sutoto Yakobus membangun kepercayaan masyarakat

Online: Jum'at, 28 Mei 2010 | 12:53 wib ET

APARTEMEN baru bermunculan di kota Surabaya, namun Sutoto Yakobus tak gentar menghadapi persaingan pasar. Memasarkan apartemen tak seperti menjual kacang goreng yang mudah dibeli oleh banyak orang.

Direktur PT Win Win Realty Centre ini punya kiat sendiri dalam menjual UC Apartement-nya supaya laku keras. Selain strategi, penampilan seorang pimpinan corporate itu sendiri harus bisa menjual dirinya.

Ia memberi contoh nama Ciputra. Dalam proyek apa pun, dengan menggunakan nama Ciputra, orang sudah pasti percaya dengan sosok pelopor real estat seperti kawasan CitraLand City ini.

“Kita harus pandai membangun kepercayaan kepada masyarakat. Kalau mereka sudah percaya dengan kualitas apartemen yang kita bangun (Ciputra Group), ya seperti air mengalir aja orang yang mau beli. Apa yang kita tawarkan punya nilai jual tinggi, sehingga mereka tertarik ingin beli,” ujarnya.

Contoh UC Apartement yang baru di-launching beberapa hari sudah 90% terjual. Dari total 504 unit pada tower Berkeley sudah terjual 450 unit. Ini menunjukkan nilai jual nama Ciputra sangat tinggi.

Sutoto sendiri yang dipercaya untuk menangani proyek real estat di Surabaya ini pun harus mampu membangun kepercayaan nama besar Ciputra.

Bagaimana caranya? Dalam setiap kali ia mempresentasikan proyek Ciputra kepada kliennya, ia memutar rekaman sosok Ciputra yang sedang berbicara, ”Impian saya CitraLand menjadi salah satu kota terbaik di Asia. Begitupun Universitas Ciputra menjadi salah satu universitas entrepreneur terbaik di Asia. Oleh karena itu investasi UC Apartement akan menjadi prospek yang luar biasa,”

Untuk proyek UC Apartement, Sutoto menggunakan komunikasi dialek ala anak muda. “Ya, UC Apartement ini kan untuk pangsa pasar anak muda yang kuliah di sini. Jadi kami pun harus bisa berkomunikasi ala anak muda,” selorohnya sambil bercanda dengan para undangan yang hadir dalam acara sparkling twilight malam itu.

Dalam promosi selebaran pamflet pun, Sutoto mendesain bahasa gaul anak muda. Contoh bahasa gaul dalam pamflet tersebut, “Hari gini.. sih! kalau kuliah jangan ngebayangin kita cuma bisa tinggal di kos-kosan yang mulai dari kunci pagar sampe dapur harus rame-rame. Dah.. gak jamannya… lagian mana seruuu? Apartemen dong…..,”

Menurut pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 24 Juli 1961 ini, promosi gaya anak muda seperti itu kelihatan santai, tapi pesan yang disampaikan cukup mengena. “Buktinya UC Apartement yang segmen pasarnya untuk anak muda yang sedang kuliah ini laku keras. Hanya dalam hitungan hari saja penjualannya melesat,” cetusnya. kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
9/23/2014
11.975
IHSG
9/23/2014
5.188,11
-31,69 (-0,61%)