Cuplikan film Merah Putih II : Darah Garuda siap edar

Rabu, 16 Juni 2010 | 07:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masih ingat film 'Merah Putih', kini sekuel film saga perang persembahan PT Media Desa Indonesia, sudah siap edar. Namun, pengedaran film kedua trilogi merdeka yang bertajuk Merah Putih II : Darah Garuda ini, diawali dengan pemutaran trailernya yang akan disebar di penjuru gedung bioskop se nusantara pada Juli 2010 nanti.

Strategi pemasaran yang diterapkan Hashim Djojohadikusumo, sang produser eksekutif, memang membikin penasaran masyarakat agar ingin segera menontonnya. Dan tayangan perdana secara serentak film epik perang terbesar dalam sejarah bangsa ini, mulai 8 Sepetember 2010 untuk merayakan Hari Lebaran.

"Untuk sekuel film yang ketiga berjudul 'Hati Merdeka', sudah selesai shooting dan siap rilis pada Desember bertepatan liburan akhir tahun. Memang strategi pemasaran kami mencari momentum yang tepat bertepatan dengan hari libur,agar masyarakat Indonesia bisa terhibur sekaligus mencintai film produksi dalam negeri sendiri," ungkap Yadi Sugandi, selaku sutradara saat pemutaran perdana trailer Darah Garuda di Jakarta, kemarin.

Yadi mengakui, cuplikan film Darah Garuda ini memang cukup menggetarkan penonton, mengingat visualnya sangat kuat, drama keluarganya benar-benar mengena, aksi peperangan yang polos dan mengesankan, bahkan patrioisme para pejuang semakin garang.

Hashim Djojohadikusumo memuji film ini memiliki sensasi luar biasa dalam pencapaian rekor box office, yang ditonton jutaan penonton di bioskop, DVD, video unduh, maskapai penerbangan, pelayaran, hotel juga sebentar lagi ditayangkan di televisi nasional.

Selain itu, Merah Putih sudah diputar di berbagai festival film internasional dan pasar film termasuk Pusan, Berlin, Cannes, Moscow, Perth, Sydney, Hong Kong, Bangkok dan Amsterdam. Bahkan dalam bentuk hak cipta sudah mampu menembus lebih dari 10 negara termasuk Inggris, Jerman, Irlandia, Austria, Swiss dan Republik Ceko, sehingga membuat Merah Putih sebagai salah satu film yang sukses di tingkat internasional dalam sejarah Indonesia.

Di dalam negeri, film ini diganjar empat penghargaan utama dalam Bali International Film Festival 2009, memenangkan Film terbaik, Sutradara Terbaik (Yadi Sugandi), Aktris Terbaik (Rahayu Saraswati), dan Tempat Pertama Pilihan Penonton, selain juga masuk nominasi Aktor Terbaik (Donny Alamsyah) dalam Festival Film Bandung 2010.

Cerita singkat Darah Garuda mengikuti sebuah kelompok heroik para kadet yang menjadi tentara gerilya tahun 1947. Namun perjuangan demi negara terpecah oleh rahasia-rahasia mereka di masa lalu dan konflik yang tajam dalam hal kepribadian, kelas sosial dan agama. Namun keempat lelaki muda pejuang bersatu untuk melancarkan sebuah serangan nekat terhadap kamp tawanan milik Belanda demi menyelamatkan para perempan yang mereka

cintai.

Para kadet ini terhubung dengan kantor pusat Jendral Sudirman dimana mereka diberi sebuah tugas sangat rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat: sebuah serangan gaya komando pada lapangan udara vital yang dapat membalikkan perlawanan para pemberontak melawan kezaliman yang telah dilakukan Jendral Van Mook pada Agustus 1947.

Kelompok gerilya ini menembus dalam ke Jawa Barat, dimana mereka bertemu dengan kelompok lain dari separatis Islam, juga sekutu baru maupun yang potensial berkhianat: mata-mata kolonial dengan pangkatnya sendiri dan sekutu orang-orang sipil dari jalanan; dan musuh lama yang bertanggung jawab atas intelejen Belanda.

Dikepung oleh musuh yang mengelilingi, baik musuh dari luar maupun dari dalam, para pahlawan ini harus bersatu dan saling percaya karena mereka berjuang melawan intrik, perkelahian jarak dekat, pengkhianatan dan kekuasaan luar biasa sebuah maha kekaisaran Eropa, demi mengejar satu tujuan: Kemerdekaan. Menarik memang. Kbc10

Bagikan artikel ini: