Seniman gelar Pesta Ramadhan Bulungan 2010

Rabu, 25 Agustus 2010 | 23:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para Seniman yang tergabung dalam Komunitas Seni Bulungan (KSB) Jakarta, akan menggelar Pesta Ramadhan Bulungan 2010. Berbagai acara dari remaja untuk remaja berupa musikalisasi puisi, pembacaan puisi, musik marawis, kasidah dengan melibatkan sejumlah artis seperti Alex Komang, Clara Sinta Rendra dan Olivia Zalianti

“Kegiatan berlangsung Minggu, 29 Agustus 2010 di Auditorium Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan mulai 16.00 - 22.00 diselingi buka puasa bersama. Diharapkan kegiatan berkaitan dengan Gebyar 40 tahun keberadaan Komunitas Seni Bulungan ini bisa memacu semangat generasi muda untuk terus berkarya,” kata Uki Bayu Sedjati, kordinator KSB, di Jakarta, Rabu (25/8/2010).

Pihaknya mendukung penampilan Marawis dari SMU 46, SMU Muhammadiyah, Justice Voice Nasyid dan para penampil lainnya dari kalangan remaja karena fungsi dari Gelanggang Remaja adalah mendorong lahirnya para generasi penerus di industri kreatif di negeri ini melalui kegiatan seni dan budaya.

“Kegiatan swadaya dan swakelola ini diharapkan akan mendorong para remaja untuk memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk tampil di tengah masyarakat dan terus berupaya memperbaiki diri sehingga menjadi para professional di bidang yang ditekuninya seperti seni tari, musik, film, teater, melukis dan kegiatan lainnya,” kata Uki.

Diakuinya, berubahnya jaman yang mempengaruhi organisasi birokrasi pemerintahan DKI Jakarta Raya menjadikan Gelanggang Remaja sempat mengalami kemandegan fungsi sekitar dua dasawarsa. Karena itu Komunitas Seni Bulungan yang terdiri dari para penggiat tahun 70-an berniat merevitalisasi Gelanggang Remaja agar sejalan lagi dengan visi-misi Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta Raya, masa itu.

Remaja, ujarnya, butuh kesempatan atau peluang, lingkungan dan wadah untuk mengekspresikan diri. Mereka sedang menjalani proses pencarian dan pematangan jati diri. Mereka mengalami masa trial and error (coba dan gagal), ataupun masa sturm und drang (topan dan badai). Kondisi kejiwaan yang labil, serta kondisi jasmani dalam pertumbuhan membutuhkan pendampingan, bimbingan, agar tak salah jalan.

Uki mengatakan berbagai iktiar wajib dilakukan oleh semua pihak untuk melakukan komunikasi dua arah, untuk membangun situasi dan kondisi yang kondusif bagi remaja. Hal ihwal seperti itulah yang selalu menggugah kepedulian penggiat Komunitas Seni Bulungan (KSB) Jakarta Selatan secara penuh berpartisipasi menjembatani adanya kesenjangan antara kebutuhan remaja dengan pihak-pihak yang mendapat amanah untuk mengurusi kegiatan remaja melalui berbagai kegiatan seni-budaya.

Sejauh ini KSB sejakMei 2010 telah menyelenggarakan pemutaran film Indie dan diskusi dengan tema GulunganFilm Bulungan , Pesta Musik Etnik & Eksperimental Bulungan dan pada bulan Agustus ini menggelar Pesta Ramadhan Bulungan, pentas seni nuansa Islami dari kelompok nasyid, marawis dan baca puisi kelompok.

Keinginan untuk membangkitkan kembali aktivitas seni dan budaya ini juga sejalan dengan komitmen pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar ke depan perekonomian Indonesia dapat bertumpu pada pilar baru yaitu ekonomi kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Pihaknya berharap aktivitas yang terbuka untuk umum dan gratis ini mendapat dukungan dari komonunitas seni lainnya maupun para pengusaha sebagai bagian dari bagian tanggungjawab sosial perusahaannya untuk memajukan industri kreatif di tanah air

“Kami akan menggelar Pesta Sastra Ketupat Bulungan, suatu parade sastra dan apresiasi sastra remaja & dewasa. Baca puisi, cerpen, musikalisasi puisi di bulan September, Pesta Seni Rupa Bulungan yang menjadi ajang workshop, lomba & pameran seni rupa di bulan Oktober, Pesta Tari Klasik & Kontemporer Bulungann pada November dan Pesta Teater & Aktor Bulungan dengan pementasan drama Mentang-Mentang dari Amerika, monolog, pantomim, workshop di akhir tahun,” tambah Uki. Kbc10

Bagikan artikel ini: