loading...
Kategori
Rubrik SpesialKadin Jatim
Mode Baca

Kadin ingatkan pentingnya kualitas tenaga kerja

Online: Rabu, 01 Desember 2010 | 10:19 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim meminta semua stakeholder di Jatim untuk terus meningkatkan kualitas tenaga kerja (naker) di provinsi ini.

"Sumberdaya manusia (SDM) adalah resources paling berharga untuk mengembangkan dunia usaha. Kualitas SDM juga sangat mempengaruhi tingkat daya saing usaha kita," ujar Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti di sela-sela acara sosialisasi dan workshop Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jatim di Graha Kadin Jatim, Rabu (1/12/2010).

La Nyalla menuturkan, dengan kesadaran peningkatan kualitas naker itulah, peran BKSP sangat dibutuhkan. BKSP sendiri telah ditetapkan dengan SK Gubernur Jatim Nomo 188/282/KPTS/013/2010. Lembaga ini berisi para pemangku kepentingan di Jatim, mulai dari pengusaha, asosiasi profesi, hingga dinas pemerintah terkait.

"BKSP diinisiatori oleh Kadin Jatim dan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jatim. Kami berharap BKSP bisa menjadi media untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja kita, yang pada muaranya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim," terang La Nyalla yang juga mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jatim tersebut.

Dia mengatakan, saat ini adalah momentum bagi Jatim untuk memacu perekonomian. Kondusifnya kondisi makroekonomi dan pulihnya perekonomian global harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ekonomi Jatim.

"Caranya, pacu investasi. Tapi memacu investasi juga harus diiringi peningkatan kualitas tenaga kerja. Tanpa itu investor akan malas masuk Jatim," ujarnya.

La Nyalla berharap agar berbagai sarana peningkatan kualitas tenaga kerja bisa dimaksimalkan, seperti keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemprov Jatim maupun pemkab/pemkot seluruh Jatim. "Keberadaan Kadin Institute juga akan kami maksimalkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja kita. Para tenaga kerja pemula juga bisa berlatih di workshop milik perusahaan swasta," jelasnya.

Ketua BKSP Jatim Daniel M. Rosyid mengatakan, Indonesia masih menghadapi kesenjangan antara kompetensi lulusan dunia pendidikan dan kompetensi yang dibutuhkan olej dunia usaha. "Ini yang selalu gagap kita antisipasi. Saat ini pendekatan segmentasi, targeting, dan posisi pasar kerja bergeser ke pendekatan profesi atau kompetensi," jelas guru besar ITS Surabaya tersebut.

Dia mengatakan, secara umum posisi kualitas sumberdaya manusia Indonesia memang masih rendah. Pada 2006, Human Development Index (HDI) Indonesia masih berada di peringkat 108. Negara-negara tetangga sudah jauh di atas itu. "Singapura ada di posisi 25, Brunei Darussalam 33, Thailand 72, dan Malaysia 60," ujarnya.

Karena itulah, keberadaan BKSP Jatim diharapkan bisa berkontribusi pada peningkatan kualitas tenaga kerja. "Kami akan berusaha membangun keterkaitan antara pendidikan dan pelatihan dengan dunia usaha. Muaranya adalah kompetensi tenaga kerja Jatim sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Itu akan mengerek produk dunia usaha Jatim," ujar Daniel. kbc5

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/23/2014
12.015
IHSG
10/23/2014
5.081,57
7,25 (0,14%)