loading...
Kategori
PropertiKomersial
Mode Baca

Over-supply, sarana MICE di Surabaya jarang terpakai

Online: Selasa, 08 Februari 2011 | 12:41 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menjamurnya pembangunan gedung Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/MICE (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) di Surabaya ternyata tidak sebanding dengan jumlah pengusaha di bidang professional exhibition organizer (PEO) lokal.

"Karena jumlah PEO lokal masih sangat sedikit dan acara yang digelar juga relatif jarang, akhirnya gedung MICE mengalami over supply," ungkap General Manager Gramedia Expo Suprapti Suprobo di Surabaya, Selasa (8/2/2011).

Di tahun 2010, terangnya, dari seluruh even yang digelar di Surabaya, 70%-nya adalah hasil kreasi dan kerja keras PEO Jakarta, sementara PEO lokal hanya bisa berkontribusi 30% saja.

Padahal, menurut Suprapti, Surabaya merupakan kota yang memiliki potensi yang cukup besar untuk penyelenggaraan berbagai event, baik bertaraf lokal, nasional maupun internasional. Selain karena fasilitas yang dibutuhkan semuanya tersedia, Surabaya juga memiliki berbagai tempat yang bisa dijadikan alternatif tempat wisata, mulai dari wisata kuliner, wisata ekonomi hingga wisata alam.

Harusnya, dengan potensi yang ada bisa dioptimalkan dengan menggelar berbagai pameran ekonomi dan wisata atau lainnya yang bertaraf lokal, nasional dan internasional.

"Dengan langkah ini, sebenarnya kita bisa mendapatkan banyak manfaat, pertama potensi ekonomi bisa lebih diketahui masyarakat luas dan kedua berbagai kegiatan tersebut bisa meningkatkan kinerja industri MICE Surabaya," tekannya.

Meski demikian, ia optimistis di tahun ini tingkat keterisian (okupansi) MICE yang ia kelolah akan mengalami peningkatan mengingat iklim ekonomi yang cukup stabil dan kondusif.

"Jika pada 2010 lalu tingkat keterisian Gramedia Expo mencapai 74%, maka pada tahun ini kami targetkan naik menjadi 80%," pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/29/2014
12.441
IHSG
12/29/2014
5.172,44
5,46 (0,11%)