loading...
Kategori
PerspektifOpini
Mode Baca

Dunia PR dan Kesuksesan Bisnis Perusahaan

Online: Senin, 21 Maret 2011 | 09:55 wib ET

DIPERLUKAN usaha terus-menerus oleh sebuah perusahaan untuk memelihara citra dan membentuk opini positif dari publik agar perusahaan memperoleh kepercayaan dan dukungan dari publik. Citra dan opini positif dari publik ini berkorelasi dengan kinerja bisnis perusahaan.

Peran vital inilah yang disandang oleh tim public relation (PR) atau humas di sebuah perusahaan. Doorman dalam suatu perusahaan memang selalu identik dengan Public Relations Officer (PRO). Sejak diperkenalkannya konsep Modern PR oleh Ivy Lee pada 1934, peran PR tidak bisa lagi dianggap enteng sebagai salah satu daya dukung reputasi dan citra dalam kegiatan bisnis perusahaan. Untuk itu fungsi tersebut harus mampu berada di mana-mana dalam satu waktu bersamaan.

Kesuksesan bisnis perusahaan salah satunya didorong oleh popularitasnya di mata publik. Hal-hal positif mengenai perusahaan kita harus tersampaikan kepada masyarakat. Kesan yang ditangkap oleh publik sangat menentukan ketertarikan mereka terhadap perusahaan, sebelum pada akhirnya mereka mengonsumsi produk-produk perusahaan tersebut.

Untuk itu dibutuhkan dukungan PR yang handal. PR tidak bisa dikerjakan hanya oleh seorang atau satu departemen saja, melainkan semua unit harus ikut terlibat dalam fungsi PR. Sehingga perilaku maupun tutur kata pun harus selalu dijaga. Istilah kerennya, semua karyawan harus memiliki sense "sadar kamera". Mereka harus selalu ingat bahwa menjaga reputasi perusahaan adalah tugas bersama.

Bentuk reputasi bisa melalui prestasi institusi, kiprah aktivitas sosial karyawan, profesionalitas dan keramahan pelayanan karyawan. Selain sebagai wajah perusahaan, PR juga harus bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan perusahaannya. Karyawan harus selalu membekali dirinya dengan informasi-informasi produk atau layanan dari perusahaannya dan sigap membantu masyarakat yang ingin tahu, menyampaikan keluhan ataupun memberikan masukan-masukan untuk perusahaannya. Meski demikian, tetap ada batasan-batasan dalam penyampaian informasi. Misalnya, untuk informasi dan data strategis perusahaan, hanya level manajemen ke atas yang diperkenankan menyampaikannya. Ini dilakukan untuk menghindari adanya miss-communication, di samping strategi perusahaan biasanya memang menjadi tanggung jawab di level manajemen.

Keharusan bagi setiap karyawan untuk menjadi jembatan bagi masyarakat yang ingin mengetahui produk dan layanan perusahaan menyembulkan sebuah pertanyaan: kalau begitu apa pekerjaan departemen PR itu sendiri? Tugas-tugas PR mencakup beberapa fungsi, yaitu internal communication, external communication, dan strategic communication.

Departemen PR merupakan pusat informasi sebagai narasumber pertama perusahaan, pengelola hubungan dengan stakeholder (investor, media, pemerintah, komunitas, badan perlindungan konsumen, LSM, dan sebagainya), dan mem-back up perusahaan di saat terjadi krisis (reputasi/komunikasi).

Seorang PR dituntut untuk memiliki kapabilitas komunikasi di atas rata-rata, baik komunikasi verbal, tulisan, maupun visual. Sehingga, ketika menyampaikan informasi atau pesan perusahaan, dapat diterima dengan baik oleh penerima berita. Selain itu, seorang PR juga harus dapat menjalin hubungan yang baik (good relationship) dengan seluruh stakeholder melalui komunikasi yang harmonis, termasuk membangun hubungan dengan media massa. Media massa memiliki peran yang sangat urgen dalam membangun citra dan reputasi karena bisa dikatakan media massa di era sekarang ini telah menjadi sendi kehidupan manusia.

Kesimpulannya, sesungguhnya PR turut menentukan berhasil-tidaknya dan hidup-matinya perusahaan. Sebab, tanpa bantuan dan dukungan masyarakat tidak mungkin suatu perusahaan dapat berdiri dan berjalan dengan baik.

Strategi dalam membangun reputasi untuk meraih dukungan publik sangat penting karena peranan PR sebagai medium antara sebuah perusahaan dan publik di lingkungannya. Hal ini berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Dalam hal ini, ada empat strategi PR yang bisa diterapkan secara umum, yaitu mengetahui permasalahan, perencanaan, mengambil tindakan dan komunikasi, serta evaluasi program.

Mengetahui permasalahan

Tahap ini pada dasarnya menimbulkan pertanyaan, "Apakah yang terjadi sekarang?" Ini maksudnya PR perlu menganalisis situasi hubungan antara perusahaan dan publik. Adalah tidak memadai jika hanya mengetahui situasi, tetapi perlu dipastikan apakah yang menjadi puncak permasalahan, golongan publik yang terlibat, dan kebijakan atau aktivitas perusahaan yang berkaitan. Informasi ini bisa diperoleh melalui penelitian atau sumber informal seperti hubungan dengan pemimpin masyarakat, serikat pekerja, pemimpin politik, maupun analisis isi media.

Perencanaan

Setelah informasi tentang apa yang "sedang terjadi sekarang?" dikumpulkan, maka PR akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang permasalahan yang sedang terjadi. PR perlu berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan merencanakan beberapa strategi PR untuk memastikan hubungan dan kesepahaman antara publik dan perusahaan terus berada dalam keadaan harmonis.

Strategi itu harus komprehensif dalam bentuk jangka pendek dan jangka panjang. Dalam usaha perencanaan ini mesti ditentukan apa objektif atau tujuan yang ingin disampaikan. Tanpa objektif yang terukur, tujuan perencanaan tidak akan tercapai. Humas juga perlu memikirkan alternatif-alternatif perencanaan yang bisa memberikan dampak maksimal.

Selain itu, setiap perencanaan strategi akan melibatkan biaya dan dukungan dari semua pihak dalam perusahaan. Dalam usaha penyebaran informasi perlu juga ditentukan teknik penyebaran seperti pemilihan media manakah yang sesuai untuk publik tertentu. Tentu saja dalam implementasi perencanaan itu diperlukan improvisasi-improvisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Mengambil tindakan dan berkomunikasi

Dalam usaha mengambil tindakan, PR perlu mengetahui setiap kategori publiknya. Ini disebabkan dalam menjalankan tindakan strategi hubungan masyarakat, suatu kategori publik mungkin mempunyai pendapat yang tersendiri. Dengan itu, strategi tindakan terhadap suatu publik perlu mempunyai strategi informasi dan medianya yang tersendiri. Tentang saluran, jenis informasi dan kemungkinan terjadinya halangan atau kendala komunikasi untuk penyebaran informasi perlu ditinjau dari teori-teori komunikasi yang berkenaan, agar dapat ditentukan apa metode yang sesuai untuk digunakan.

Evaluasi program

Untuk menentukan sejauh mana dampak suatu strategi hubungan masyarakat, perlu dibentuk satu ukuran yang sesuai. Evaluasi itu bisa dibuat berdasarkan tujuan akhir, yaitu apakah pendapat publik telah berubah seperti yang diharapkan oleh organisasi. Di antaranya ialah siapakah yang telah menukar pendapat, siapakah yang telah berubah sikap, adakah masalah yang telah diketahui untuk diselesaikan atau apakah pendapat publik tentang informasi yang mereka terima dari perusahaan.

Biasanya, PR harus membuat penilaian atau evaluasi pada beberapa tahap. Pertama, tahap pelaksanaan agar strategi yang kurang rapi dapat diganti. Kedua, tahap akhir untuk meninjau dampak secara keseluruhan.

Gambaran di atas menandakan betapa vitalnya peran PR dalam sebuah perusahaan. Dengan model komunikasi yang terencana, baik di lingkungan internal maupun eksternal, kinerja perusahaan salah satunya ditentukan dari keberhasilan tim PR dalam menyusun rencana-rencana aksi.

Tugas PR mengandaikan adanya manajemen berdasarkan tujuan (management by objectives), dan karena itu hasilnya benar-benar terukur. Tanpa penataan teknik menjalin hubungan yang baik dengan semua pihak, mustahil bagi sebuah perusahaan untuk bisa terus mengepakkan sayap bisnisnya. []

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/18/2014
12.554
IHSG
12/18/2014
5.099,03
63,38 (1,24%)