loading...
Kategori
PerspektifHard Talk
Mode Baca

Ini dia strategi Ciputra garap pasar properti

Online: Selasa, 03 Mei 2011 | 16:01 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Prospek industri properti di Jawa Timur masih cukup menggiurkan tahun ini. Pertumbuhan hingga 20% diyakini akan mudah dicapai.

Direktur PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) Sutoto Yakobus menuturkan, Ciputra masih akan terus melakukan ekspansi, baik di properti residensial maupun komersial. "Salah satu yang bakal terus digenjot adalah apartemen," ujarnya.

Pada kuartal I/2011, emiten berkode CTRS itu membukukan kenaikan pendapatan bersih dari Rp143,12 miliar menjadi Rp151,02 miliar. Namun, laba bersih perseroan turun menjadi Rp35,42 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp42,41 miliar.

Ciputra Surya sendiri adalah salah satu anak kelompok perusahaan properti papan atas Grup Ciputra. Berikut petikan wawancara khsusu kabarbisnis.com dengan Sutoto di kantornya, Selasa (3/5/2011).

Seperti apa kinerja industri properti di Jatim pada awal tahun 2011?

Kemarin kalau kita lihat beberapa indikator industri seperti konsumsi semen di kuartal I/2011 di Jawa Timur ini tumbuh tapi tidak banyak. Tumbuhnya hanya sekitar 5%. Secara umum tumbuh, tapi belum terlalu kencang.

Kenapa hanya tumbuh tipis?

Tidak tahu, somehow kok tumbuhnya tidak hebat sekali. Tapi kalau secara umum, developer di Surabaya tidak komplain. Capaian mereka biasa saja, tidak happy sekali tetapi juga tidak booming. Kalau kami monitor harga, seperti harga-harga real estate yang ada di Surabaya ini mengalami kenaikan.

Pada kisaran berapa kenaikannya?

Untuk harga tanah dalam kuartal pertama ini naik sekitar 5%-10%.

Untuk proyeksi hingga akhir tahun?

Kalau sampai akhir tahun, kita sendiri memproyeksikan, di mana proyeksi ini juga dipakai untuk seluruh proyek kita, kita mengharapkan ada kenaikan sekitar 20% dari omset. Volume tumbuh 5%. Harga naik dari 10-15% jadi total pertumbuhan sekitar 20%.

Apa pemicunya?

Pemicunya karena setiap tahun harga tanah tumbuh cepat. Setiap tahun memang komponen harga tanah tumbuh. Karena tanah juga saat ini semakin langka.

Faktor yang menghambat?

Proyek-proyek baru juga semakin lama semakin jauh lokasinya, jadi infrastrukturnya semakin mahal. Karena pemerintah juga biasanya tidak menyediakan infrastruktur, jadi developernya yang harus menyediakan sendiri infrastrukturnya cukup banyak. Jadi developer swasta kalau ingin membuat proyek , infrastrukturnya harus membangun sendiri.

Untuk Grup Ciputra, road map-nya seperti apa, apakah tetap fokus ke sektor perumahan?

Memang kalau kita masuk ke daerah, investasi utama kita di perumahan. Kalau ada potensi lain baru kita membangun misalnya kawasan industri seperti pergudangan, atau mall, atau hotel. Tapi itu step kedua, biasanya kita memasuki pasar lewat proyek perumahan. Dengan perumahan kita bisa mengenal suatu wilayah. Ibaratnya kalau tentara perang, Zeni-nya itu ya perumahan. Baru kemudian kita mikir ke sektor lain seperti pendidikan, kesehatan.

Untuk Ciputra sendiri proyek yang tahun ini sedang dikerjakan?

Tahun ini kita mulai di Bali, Kendari, dan Yogyakarta; semuanya perumahan.

Bagaimana dengan pasar apartemen? Bagaimana Ciputra memandangnya?

Memang untuk kondisi di indonesia, bagaimanapun juga memang pilihan orang tetap landed house. Apartemen memang menawaran lifestyle baru dan itu biasanya hanya bisa bertahan di kota besar. Kalau kota kecil jangan mimpi dulu bangun apartemen. Misalnya di Banjarmasin mau bangun apartemen ya jangan lah. Karena bagaimana pun juga ongkos untuk membangun apartemen itu mahal.

Kecuali kalau landed house harga tanahnya sudah mahal, sekitar Rp5 juta-Rp6 juta per meter baru bisa bersaing dengan apartemen. Kalau tanahnya harganya masih Rp1 juta sampai Rp3 juta, pasti lebih murah landed house daripada apartemen.

Bagaimana pasar apartemen sendiri?

Umunya masyarakat Indonesia masih suka landed house. Tapi bagaimanapun apartemen juga memberikan keuntungan sendiri, pertama apartemen orang selalu convinient. Apartemen biasanya dekat dengan fasilitas tertentu seperti apartemen mahasiswa, ya pasti dekat dengan kampus. Kalau apartemen untuk pekerja pabrik, pasti dekat dengan pabrik. Kalau apartemen di tengah kota pasti dekat dengan mal.

Kemudian ada faktor kepraktisan. Kalau tinggal di apartemen tidak usah mikir taman, mikir keamanan dan lain sebagainya karena pengelolanya pasti sudah menyediakan itu. Array

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/18/2014
12.509
IHSG
12/18/2014
5.113,35
77,70 (1,52%)