loading...
Kategori
PerspektifHard Talk
Mode Baca

Resep Flexi kuasai Jatim, Bali, dan Nusra

Online: Selasa, 24 Mei 2011 | 16:57 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang kian ketat, layanan CDMA milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Flexi, terus memacu kinerjanya. Pemimpin pasar CDMA itu akan mengoptimalkan potensi pendapatan dari pelanggan yang sudah ada sekaligus membidik peluang untuk memperbesar basis pasar.

Saat ini, Telkom Flexi mengklaim mampu menguasai 86% pangsa pasar operator CDMA di Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara (Nusra). Surabaya menjadi pasar terbesar operator CDMA milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) tersebut.

Di Jatim, Bali, dan Nusra, dalam peta industri telekomunikasi secara keseluruhan, per 1 Maret 2011 Flexi menguasai market share sebesar 17,8%. Dengan raihan ini, posisi Flexi berada di bawah Telkomsel (23,9%), Indosat (20,9%), dan XL (19,3%). Adapun kompetitor Flexi di pasar CDMA, yaitu Esia, memiliki penguasaan pasar sebesar 2,02%.

"KIta masih terus menjaga dominasi di beberapa kota seperti Surabaya, Malang, Jember, dan Pasuruan. Selain itu, kita garap pasar Mataram, Madiun, Bojonegoro, Madura, dan kota-kota kelas menengah lainnya," ujar GM Commerce Flexi Area Jatim, Bali, dan Nusra, Suparwiyanto, kepada kabarbisnis.com di kantornya, Selasa (24/5/2011).

Bagaimana kinerja dan strategi Flexi dalam mengarungi tahun kelinci ini? Berikut petikan wawancara kabarbisnis.com dengan Suparwiyanto.

Sejauh ini, berapa jumlah pelanggan Flexi di wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara?

Kita sudah capai 8,4 juta pelanggan, ada tren yang bagus di tengah semakin ketatnya pasar.

Tren pertambahan pelanggan di industri ini tampaknya sudah tak sekencang tahun-tahun lalu. Apakah pasar sudah benar-benar jenuh?

Kita bisa merasakan itu, kompetisi semakin menarik, hyper-competition, gimmick-nya macam-macam. Bahwa ada kemungkinan pelambatan pertumbuhan karena industri sudah jenuh, itu pasti. Tapi itu bergantung kreasi kita dalam men-drive pasar.

Apa Flexi merasakan lambatnya pertumbuhan pelanggan?

Ya memang tidak seheboh tahun lalu, tapi tetap ada grafik kenaikan. Untuk menyiasati pasar yang kian ketat ini, kita optimalkan basis pelanggan yang sudah ada dengan menghadirkan konten dan inovasi yang bisa memacu pendapatan. Selain itu, kita juga meningkatkan customer-base. Itu cara kita menjaga profitabilitas

Kejenuhan pasar ini juga ditandai dengan semakin mature-nya konsumen, konsumen lebih wise. Apakah perubahan perilaku konsumen yang lebih selektif ini juga berpengaruh ke industri?

Kita merasakan itu dari sisi promosi tarif ya. Sekarang sudah ada pergeseran. Tren pricing war pasti akan ada titik kulminasinya. Operator yang ingin eksis harus mencari inovasi. Ini sudah mulai kelihatan pada sektor data. Konsumen akan lebih prefer ke inovasi dan layanan data. Flexi tentu sudah menyikapi hal tersebut. Kita genjot terus layanan menggenjot pasar dengan layanan berbasis teknologi EVDO Rev-B yang sebentar lagi akan diluncurkan dan optimalisasi titik-titik hotspot milik Telkom.

Secara umum, apa kendala pengembangan pasar CDMA?

Memang kalau kita bicara umum, masyarakat kita masih GSM minded. Namun, itu kini mulai berubah. Berdasarkan riset dari Enciety Consultant, kepemilikan masyarakat Jatim, Bali, dan Nusra terhadap handset CDMA meningkat lipat tiga dalam dua tahun terakhir. Kecenderungan masyarakat sekarang mempunyai dua handset, satu GSM dan satunya lagi CDMA. Perilaku konsumen ini yang men-drive pertumbuhan Flexi.

Lagipula, sebenarnya mayoritas masyarakat kita tidak mobile dalam artian dari satu kota ke kota lain, tapi mobile di inner city. Itu sebenarnya selling point operator CDMA.

Bisa dijelaskan apa faktor kunci kesuksesan Flexi menguasai pasar Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara?

Key success kita ada pada channel distribution. Untuk mengefektifkan pengukuran kinerja pemasaran dan penjualan, kita pakai klaster authorized dealer (AD). Dengan demikian lebih terkontrol. Dari AD hingga ke pelanggan berjenjang dua tingkat.

Kita juga punya channel individual tanpa dia harus punya outlet. Misalnya, pekerjaan utama dia tukang sayur, tapi dia bisa juga jual Flexi. Individual agent ini cukup efektif untuk mendongkrak penjualan Flexi.

Kita juga siapkan bonus-bonus untuk mitra distribusi kita. Ada benefit logis yang mengikuti besarnya penjualan, juga ada bonus-bonus lain yang bisa membuat kedekatan mitra ke Flexi bertambah erat.

Dari sisi regional, daerah mana yang akan menjadi fokus Flexi tahun ini?

Secara umum kita garap semuanya. Tapi memang ada fokus untuk daerah yang penetrasinya masih terbatas. Kita perkuat penetrasinya ke Mataram, fokus ke daerah Madiun, Bojonegoro, dan beberapa kota lain.

Strategi pemasarannya?

Tentu berbeda satu sama lain. Di Mataram pasarnya khas, kita lihat pelanggan di sana lebih banyak connect dengan daerah mana. Madura pasarnya juga khas. Spending quantity satu daerah dengan daerah lain beda. Karena itu, kita juga bikin strategi pemasaran yang beda. Misalnya di Madura ada tarif khusus yang tidak ada di daerah lain. kbc5/kbc7

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/22/2014
12.125
IHSG
12/19/2014
5.144,62
31,28 (0,61%)