Musda REI Jatim, Henry mengaku tak siap

Henry J. Gunawan
Berita Terkait
SURABAYA, kabarbisnis.com: Salah seorang kandidat ketua umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur, Henry J. Gunawan, mengaku tidak terlalu siap untuk memenangi ajang pemilihan ketua umum REI Jawa Timur dalam Musyawarah Daerah ke-12 yang akan digelar 22-23 Juni mendatang di Hotel Shangri La Surabaya.
"Saya tidak terlalu siap. Tapi saya tetap maju," ujar Henry yang merupakan calon incumbent tersebut. Penegasan Henry disampaikan kepada wartawan usai mengikuti donor darah REI yang digelar di Graha REI Jatim di Surabaya, Sabtu lalu (18/6/2011).
Pengusaha properti ini mensinyalir ada politisasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu di tubuh REI terkait penundaan pengesahan puluhan calon anggota REI Jatim yang didaftarkan DPD REI Jatim menjelang Musda kali ini.
Berikut wawancara kabarbisnis.com dengan Henry J Gunawan seputar pencalonannya:
Bagaimana kesiapan pencalonan Anda?
Terus terang saya tidak terlalu siap. Tetapi saya tetap maju.
Tidak siap bagaimana?
Karena beluim banyak dukungan.
Bukankah makin mendekati musda jumlah peserta melonjak terus?
Iya itu kan biasa menjelang Musda di manapun ya begitu. Yang kemarin nggak aktif, sekarang daftar ulang.
Berapa tepatnya jumlahnya?
Peserta sampai kemarin 400-an. Tepatnya bisa ditanyakan di sekretariat.
Kabarnya ada 50-an calon anggota REI yang ditunda pengesahannya oleh DPP?
Iya. Nggak tahulah. Kabarnya begitu.
Kenapa?
Nggak tahu. Tanya saja DPP. Yang jelas kami di DPD sudah mengesahkan.
Iya begitu. Tapi saya harap disetujuilah sama DPP. Karena kan orang sudah bayar, kan mestinya disetujui.
Pasti ada alasan rasional kenapa di-pending?
Nggak tahu. Tanyakan ke yang mending itu.
Kabarnya di-pending karena 50-an PT yang didaftarkan itu core bisnis-nya bukan properti. Apa benar?
Core bisnis-nya bukan properti tidak masalah. Tidak aturan seperti itu. Karena dalam bekerja dia bisa JO atau konsorsium. Kan begitu?
Bukannya harus ber-SIUP pengembang?
Lho iya. Semua yang dimohonkan itu di SIUP-nya bunyi pengembang.
Tapi kok di-pending?
Yang jelas, ini organisasi profesi. Jangan dibuat seperti seperti organisasi politik. Kita di sini profesional semua.
Maksudnya?
Ya jangan ada politiklah. Ini kan organisasi profesi.
Artinya Anda melihat ada politisasi yang dilakukan DPP?
Nggak tahu. Iya dilihat sendirilah. kbc2
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9775.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +33.69 menjadi 5155.093
- Pilihan Editor: Terdesak impor, Kadin-KPPI gencar sosialisasi safeguards di Jatim
- Roy Suryo dukung Banyuwangi pacu wisata melalui kompetisi olahraga
- Praktik kartel bikin bunga bank di RI tertinggi se-Asean?
- Jabat Gubernur BI, Agus Marto bersumpah tak akan terima suap
- Unesa ambisi jadi pusat litbang industri batik Nusantara
- Pensiunan ini rutin beli Jaguar lima kali dalam setahun
- Pensiun, Beckham gandeng bos Manchester City beli tim MLS?
- Rambah bisnis ponsel, Jennifer Lopez gaet Verizon
- Awas informasi pribadi Anda disalahgunakan situs belanja online
- Bos Monsanto beber strategi kuasai pasar Indonesia
- Sri Mulyani: Kelompok tertentu ganjal kemajuan RI
- Saatnya melirik profesi penilai
- Ini dia strategi Ciputra garap pasar properti
- Resep Flexi kuasai Jatim, Bali, dan Nusra
- Pendekatan kesejahteraan untuk kasus tanah
- Metamorfosis operator menuju layanan personal
- Musda REI Jatim, Henry mengaku tak siap
- Konsep korporatisasi koperasi lewat Badan Usaha Milik Rakyat
- Gubernur BI Harus Dorong Bank agar Lebih Pro-Sektor Riil
- Kalau Dalam Negeri Tak Cukup, Jangan Takut Impor
- Gairah Mari Pangestu pacu bisnis kuliner dan fesyen
- Tugas berat pengganti BP Migas
- Dirut Telkomsel: Kami memang tidak mau bayar
- Tujuh faktor kunci bangun kelautan dan perikanan
- Kemandirian pangan dilumpuhkan akses lahan
