loading...
Kategori
Aneka Bisnis
Mode Baca

Harga lada dunia anjlok, lokal melonjak

Online: Rabu, 13 Juli 2011 | 06:45 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga lada di pasar perdagangan berjangka internasional semakin melemah. Pada penutupan perdagangan di NCDX (National Commodity and Derivatives Exchange), tercatat Senin (11/7/2011) harga Lada berjangka mengalami penurunan.

"Harga Lada untuk penyerahan Juli 2011 ditutup pada level harga INR 26.754 per ton dari harga sebelumnya INR26.933 per ton," demikian Analisis Perkembangan Harga yang dilakukan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/7/2011).

Bappebti mencatat melemahnya harga Lada dunia dipengaruhi bertambahnya pasokan Lada dari Indonesia, terutama Lampung. Meski demikian, penurunan harga Lada diprediksi tidak akan berlangsung lama karena di negara produsen Lada lainnya seperti Malaysia dan Sri Lanka pasokan Lada justru berkurang akibat pengaruh cuaca, yaitu adanya musim hujan.

Selama Januari-April 2011, Indonesia merupakan negara pemasok Lada hitam dan putih yang diimpor oleh Amerika Serikat. Indonesia memasok 8.560 mt lada hitam (58%) dan 1.017 ton Lada putih (63%), diikuti oleh Brasil dan India untuk hitam dan oleh Vietnam untuk Lada putih.

Sebaliknya untuk harga lada dalam negeri, justru mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan lada tengah memasuki musim panen. Apalagi menjelang puasa dan lebaran diperkirakan transaksi lada grafiknya bakal terus menanjak.

Bappebti mencatat transaksi komoditas Lada putih di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), malah meningkat seiring memasuki musim panen Lada.

Transaksi Lada putih di tingkat pedagang pengumpul mencapai 200 kilogram per hari jika dibandingkan transaksi bulan sebelumnya hanya 20 hingga 40 kilogram per hari. Saat ini, harga Lada mencapai Rp 67.000 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya Rp 62.000 per kilogram. Kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
9/23/2014
11.989
IHSG
9/23/2014
5.188,38
-31,43 (-0,61%)