loading...
Kategori
Aneka BisnisTop Figure
Mode Baca

Potensi growth lembaga keuangan Islam tinggi

Wawancara dengan Dr Ishaq Bhati

Online: Jum'at, 24 April 2009 | 19:33 wib ET

Ishaq Bhati, pakar ekonomi Islam La Trobe University, Melbourne, Australia

SURABAYA: Lembaga keuangan syariah digadang-gadang menjadi solusi dari gejolak sektor finansial. Tapi, sulit untuk mengubah wajah sektor finansial jika market lembaga keuangan syariah masih sangat kecil.

Apa strategi yang harus diambil agar lembaga keuangan berbasis hukum Islam itu tumbuh lebih cepat? Berikut petikan wawancara kabarbisnis.com dengan Ishaq Bhati, pakar ekonomi Islam dari La Trobe University, Melbourne, Australia, seusai menjadi pembicara di sebuah seminar di Surabaya, Jumat (24/4/09).

kabarbisnis.com: Seperti kita tahu, saat ini market lembaga keuangan Islam, termasuk bank, sangat kecil jika dibandingkan market lembaga keuangan konvensional. Jika demikian faktanya, bagaimana mungkin bisa menjadi solusi dari krisis karena mayoritas perputaran uang ada di lembaga keuangan konvensional?

Ishaq Bhati: Anda benar. Ini pertanyaan bagus. Memang yang kita hadapi seperti itu. Sangat sulit jika kita bermaksud mengubah wajah sektor finansial dunia tapi market lembaga keuangan syariah masih sangat kecil. Tapi, sebenarnya ketika krisis terus terjadi, saat itulah kelak semua orang akan sadar tentang perlunya lembaga keuangan syariah.

kabarbisnis.com: Tapi, bagaimana mungkin itu terjadi jika kiblat ekonomi dunia, seperti AS dan Jepang, masih menganut kapitalisme?

Ishaq Bhati: Anda harus ingat, (ekonomi) Islam adalah pasar yang terbuka, sama dengan kapitalisme. Hanya saja, bedanya ada pada wealth distribution.

kabarbisnis.com: Apakah dengan demikian krisis finansial ini menguntungkan lembaga keuangan syariah, sebab orang akan mulai meliriknya?

Ishaq Bhati: Ya. Lembaga keuangan syariah ini antitesis dari sistem yang berjalan saat ini, yang terbukti telah mengakibatkan krisis.

kabarbisnis.com: Anda yakin growth pasar lembaga keuangan syariah bisa lebih besar pascakrisis ini?

Ishaq Bhati: Saat ini, islamic finance market memang sangat kecil bila dibandingkan lembaga keuangan konvensional. Tapi, kelak (pascakrisis) komposisi ini akan berubah. The potential (of islamic finance market) for growth is very enormous.

kabarbisnis.com: Lalu, apa strategi apa yang bisa diambil agar pertumbuhan itu bisa lebih cepat?

Ishaq Bhati: Rata-rata di seluruh dunia, bank syariah tumbuh 15%-20% per tahun. Saat ini ada 265 lembaga keuangan berbasis islam di seluruh dunia. Negara barat kini juga sangat tertarik pada sistem ini, misalnya London Islamic Bank, Euro Zone, atau HSBC.

Lembaga keuangan syariah punya pasar jelas, 1,6 miliar muslim di seluruh dunia. Potensinya sangat besar. Ada riset yang menyebutkan bank-bank syariah membutuhkan sedikitnya 50.000 bankir. It's for seven to 10 years.

Strategi yang bisa dilakukan adalah memasifkan edukasi. Kalau pasar muslim bisa diraih, tentu perluasan pasar akan jauh lebih mudah. Selain itu, inovasi produk harus terus dilakukan dan itu bisa menunjukkan betapa prospektifnya lembaga keuangan syariah.

Tapi yang paling utama adalah edukasi. Mesti ada pemahaman bahwa hidup harus berjalan adil. Setiap transaksi harus membawa manfaat. Karena itu, tak mungkin bank syariah membiayai pabrik minuman keras, kasino, atau tempat prostitusi. kbc9/kbc7

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/20/2014
12.408
IHSG
12/19/2014
5.144,62
31,28 (0,61%)