loading...
Kategori
Makro
Mode Baca

Tata kelola ekonomi Surabaya dinilai menurun

Online: Selasa, 30 Agustus 2011 | 12:36 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekonomi Surabaya pada tahun ini relatif menurun akibat rendahnya tata kelola ekonomi yang dilakukan. Hal ini terekam dalam evaluasi otonomi daerah yang telah dilakukan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Jamhadi, mengungkapkan, iklim ekonomi Surabaya saat ini memang tidak kondusif akibat turunnya tata kelola ekonomi. Pemerintah Kota Surabaya dinilai tidak responsif.

"Parameternya banyak, belum terlaksananya pelayanan perizinan diberikan, tentang insentif untuk investor juga belum ada, serta hubungan Pemkot Surabaya dengan DPRD yang dinilai belum sinergis. Sehingga semua itu membuat ekonomi tidak lancar," katanya di Surabaya, Selasa (30/8/2011).

Akibatnya, lanjut Jamhadi, pertumbuhan ekonomi Surabaya sepanjang semester I/2011 hanya mampu mencapai level 2,7%, padahal kalau melihat potensinya bisa mmeningkat lebih dari pencapaian tersebut. Sementara produk domestik regional bruto (PDRB) semester I/2011 mencapai Rp170 triliun. Dari total nilai tersebut, belanja pemerintah hanya sebesar Rp5 triliun.

Untuk itu, harus ada perbaikan dalam sikap dan kebijakan Pemkot Surabaya agar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi bisa dikejar. Misalnya terkait penyerapan anggaran pemerintah, sudah seharusnya digenjot.

Pemkot Surabaya juga diminta memperbaiki hubungan dengan kalangan dunia usaha. "Selama ini, jika Kadin punya konsep, selalu tidak ada tanggapan dari Pemkot Surabaya. Kita jarang bertemu di tataran ide. Tidak seperti hubungan Kadin Jatim dengan Pemprov Jatim yang selalu sinergi dan sekata," tegasnya.

Untuk itu, harusnya hubungan Pemkot Surabaya dengan Kadin dan juga dengan DPRD harus sinergis dan terintegrasi.

"Perda tentang pemberian insentif segera diselesaikan, perizinan satu pintu harus direalisasikan, agar Surabaya menjadi rumah yang enak untuk berinvestasi, enak untuk tinggal, murah dan pengurusan izin cepat agar pertumbuhan ekonomi bisa dikejar di semester II/2011. Jika masih belum ada perubahan, saya ragu pertumbuhan ekonomi kita akan mencapai 6%, mungkin hanya 4% saja sampai akhir tahun," katanya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/20/2014
12.408
IHSG
12/19/2014
5.144,62
31,28 (0,61%)