Merasa sudah tak dibutuhkan, Surya Paloh keluar dari Golkar

Surya Paloh
JAKARTA, kabarbisnis.com: Tokoh Partai Golkar, Surya Paloh, menyatakan keluar dari partai berlambang pohon beringin tersebut. Pernyataan Paloh ini seiring makin meruncingnya konflik tentang keberadaan ormas Nasional Demokrat (Nasdem) yang kelahirannya dibidani Paloh.
Di Kantor Nasdem, Paloh menyatakan keluar dari Partai Golkar. Dia merasa Partai Golkar sudah tidak membutuhkannya. Sebaliknya, Paloh juga merasa sudah tidak membutuhkan Golkar. Sikap ini diambil Paloh setelah merenung dalam waktu yang lama.
"Saya yang inisiatif, secara resmi saya menyatakan keluar dari Partai Golkar. Saya lihat di Golkar, saya belum tua-tua amat. Tapi, Golkar saat ini tidak memerlukan orang seperti saya, begitu juga sebaliknya. Saya tidak butuh Golkar," ujar Paloh yang tak lain adalah bos dari Media Group pemilik Metro TV.
Setelah keluar dari Golkar, Paloh akan mengabdi total di masyarakat melalui ormas Nasdem. Namun, Paloh menegaskan, dirinya belum berpikir untuk bergabung ke Partai Nasdem. Dia juga enggan bicara pencapresan pada 2014.
"Terlalu dini berbicara capres. Ibarat pepatah Inggris, ketika minuman dari bibir ke gelas, masih banyak cerita," ujar Paloh memberikan perumpamaan.
Paloh sendiri berharap agar sikapnya ini tidak diikuti koleganya di Partai Golkar yang kebetulan aktif di Nasdem. "Tapi kalau mereka memilih keluar, saya menghargai keputusan tersebut," kata Paloh. kbc9
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9757.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +67.005 menjadi 5145.683
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- The Great Gatsby, sebuah film yang digarap bukan setengah-setengah
- Pasang foto tanpa izin, Rihanna tuntut Topshop US$5 juta
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Ungguli rata-rata nasional, tata kelola Provinsi Jatim dinilai cemerlang
- Ketua KPK baru dilantik Presiden
- Bahas koalisi, SBY dan Ical segera bertemu
- Salim Segaf laksanakan tugas pertama sebagai Mensos
- Anggota DPR asal PKS nonton porno saat sidang
- Pemerintah tuntaskan 3 RUU
- PBR perkuat Gerindra di Pemilu 2014
- KPU sosialisasi Pemilukada 2010 kepada pelajar
- Inpres 9/2011 berantas korupsi, dikeluarkan
- Presiden SBY akan miliki akun Twitter
- PTTUN loloskan PKPI jadi peserta Pemilu 2014
- Ingin jadi caleg? Ini dia syarat-syaratnya
- Bank Jabar Banten bagi-bagi uang jelang coblosan Pilgub Jabar?
- SBY minta Pancasila jangan disakralkan
- Empat bulan tak ada hari Minggu, Jokowi datangkan dokter ke rumah dinas
- Hasil Survei: Golkar tertinggi, Demokrat masih terpuruk
- Ibas Yudhoyono nilai Partai Demokrat dalam kondisi berbahaya
