loading...
Kategori
PropertiKomersial
Mode Baca

Gubernur: Jawa Timur kekurangan mal

Online: Sabtu, 17 September 2011 | 20:45 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menyatakan, jumlah mal di Jatim masih kurang jika dibanding dengan peningkatan pendapatan per kapita penduduk Jatim yang mencapai US$3.150 di tahun 2011.

Kondisi ini menurutnya juga tercermin dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim di tahun 2010 yang 70%nya disumbang oleh konsumsi.

"PDRB Jatim tahun 2010 mencapai Rp778 triliun dan 70% disumbang oleh konsumsi. Jadi sebenarnya bangunan mal di Jatim masih kurang jika melihat besarnya uang yang dibelanjakan masyarakat," ungkap Soekarwo di Surabaya, Jumat malam (16/9/2011).

Untuk itu, Soekarwo mengajak pengusaha dan para investor untuk berlomba menanamkan investasi mereka di Jatim, salah satunya dengan membangun pusat perbelanjaan.

"Pebisnis calon investor yang sudah tidak kerasan di Jakarta, ayo pindah saja ke Jatim. Karena saat ini Jatim telah menjadi daerah yang sangat representatif untuk investasi," katanya.

Saat ini, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Jatim cukup bagus. Hingga semester I/2011 tercatat mencapai 7,12%. Sampai akhir 2011, diperkirakan pertumbuhannya bakal tembus diangka 7,4%. Bahkan, jika proyek infrastruktur selesai di 2012, maka pertumbuhan ekonomi di tahun depan diperkirakan bakal mencapai 8,5%. Sementara pendapatan per kapita pertahun masyarakat diperkirakan akan naik menjadi US$4.300 hingga US$4.500 di tahun depan.

"Jumlah kemiskinan juga turun dari 15,26% menjadi 14,23%. Ini artinya, Jatim telah mengambil jalan yang benar dalam menjalankan roda perekonomian," lanjutnya.

Terlebih kondisi ekonomi luar negeri, khususnya Amerika Serikat dan Eropa sedang mengalami krisis. Sedangkan pasar dalam negeri justru dalam kondisi bagus. "Tidak hanya penduduk Jatim saja, Jatim telah menjadi pintu masuk pasar Indonesia bagian timur dengan jumlah penduduknya yang mencapai 110 juta," tekannya.

"Jadi, pindah saja ke Jatim jangan sampai terlambat," pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/25/2014
12.069
IHSG
10/24/2014
5.073,07
-30,45 (-0,60%)