Malaysia dirayu investasi mamin di Surabaya
SURABAYA, kabarbisnis.com: Besarnya nilai impor berbagai produk makanan dan minuman (mamin) dari Malaysia yang masuk Jawa Timur (Jatim) memicu keinginan pengusaha Surabaya untuk menawarkan kerja sama pembangunan pabrik mamin ke pengusaha Penang, Malaysia.
Keinginan tersebut diutarakan oleh Ketua Kadin Surabaya Jamhadi saat menerima kunjungan Ketua Menteri Negara Bagian Penang Malaysia, Lim Guan Eng, bersama rombongannya dari anggota parlemen dan pengusaha Penang ke Surabaya, Senin (26/9/2011).
Hadir dalam kesempatan tersebut, General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak I Putu Ariawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya Endang Catur, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, dan Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Surabaya.
Diungkapkan Jamhadi, saat ini hubungan dagang antara Indoensia, khususnya Surabaya dengan Malaysia cukup bagus. Ini terlihat dari neraca perdangan Surabaya-Malaysia. Saat ini, ekspor Surabaya ke Malaysia mencapai US$982 juta, sementara impor Surabaya dari Malaysia mencapai US$485 juta. Dari total impor tersebut, sekitar Rp1,56 triliun adalah produk makanan dan minuman.
"Ini cukup besar. Untuk itu, kami menawarkan kepada mereka untuk kerjasama dengan pengusaha Surabaya membangun pabrik mamin di sini. Pastinya kami juga memberikan iming-iming kemudahan investasi, besarnya akses pasar dan lain sebagainya. Dan alhamdulillah mereka cukup tertarik," ungkap Jamhadi.
Selain itu, lanjutnya, Kadin Surabaya juga menawarkan kerjasama transformasi pengetahuan dan teknologi. Dengan kesamaan latar bebakang budaya dan keagamaan, dipastikan keahlian Malaysia untuk menciptakan bahan pengawet dari sawit sebagai pengganti minyak babi misalnya, akan sangat bermanfaat jika diterapkan oleh pengusaha Surabaya.
"Kami juga berharap ada transformasi keilmuan dengan mereka. Dan kami juga berharap bisa menjalin hubungan sister Kadin dengan pengusaha Penang Malaysia. Sehingga nantinya, hubungan ekonomi pengusaha Penang Malaysia dengan pengusaha Surabaya tidak harus melalui pemerintah. Biarlah pemerintah berhubungan dengan pemerintah, sementara pengusaha bisa terus berjalan tanpa campur tangan mereka, seperti yang sudah terjalin dengan pengusaha Korea Selatan," terangnya panjang lebar.
Sementara itu, Ketua Menteri Negara Bagian Penang Malaysia, Lim Guan Eng berharap, direct flight atau penerbangan langsung dari Surabaya ke Penang, Malaysia bisa diperbanyak, yang saat ini masih sekitar tiga kali dalam semiggu bisa ditingkatkan menjadi tiga kali dalam sehari.
"Dengan penambahan penerbangan langsung, hubungan ekonomi antara kedua belah pihak semakin meningkat," ujarnya. kbc6
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9906.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +65.948 menjadi 4840.452
- Pilihan Editor: Jero Wacik gandeng Papua Nugini kembangkan sektor migas
- Alicia Keys berburu wanita jago teknologi asal RI
- Seberapa pentingkah Twitter bagi bisnis Anda?
- PlayStation 4 akan lebih murah dari Xbox One?
- Kabarbisnis.com juarai lomba karya tulis REI Jatim
- OJK gandeng anak usaha Bank Dunia susun peta jalan tata kelola perusahaan
- 'Aksi' perdana Man Of Steel sukses raup US$56 juta
- Man of Steel, sosok Superman modern versi 2013
- Laris manis, kondominium Pakuwon Rp4 miliar di Ritz Mansion
- 17 Kosmetik berbahaya ditarik dari peredaran
- Yuk, serap ilmu bisnis Bob Sadino di seminar Creativepreneurship
- BBPOM bakal tarik 17 jenis kosmetika berbahaya
- Akhir tahun ini, Bakrie siap luncurkan Sky TV
- Pasar bebas ASEAN, pekerja di lima sektor ini terancam
- Dahlan wejangi para humas BUMN
- Bandara Juanda diklaim terbaik se-Asean
- Jangan sampai RI hanya jadi pasar industri TIK asing
- Negosiasi dengan CT, TelkomVision banderol harga di atas Rp1 T
- Harga emas Antam stagnan di level Rp513.000 per gram
- Harga beras terkerek kenaikan harga BBM, Bulog siap operasi pasar
- Incar Indonesia Timur, bos partai komunis China temui SBY
- Antam kembali tahan harga emas di Rp 513.000
- Kendaraan berjubel, tol tengah kota berpotensi retak
- Kenaikan BBM tak pasti, UKM sulit bikin rencana bisnis
- Harga emas Antam stagnan Rp513.000 per gram
