loading...
Kategori
Aneka BisnisLain Lain
Mode Baca

Malaysia dirayu investasi mamin di Surabaya

Online: Senin, 26 September 2011 | 17:33 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Besarnya nilai impor berbagai produk makanan dan minuman (mamin) dari Malaysia yang masuk Jawa Timur (Jatim) memicu keinginan pengusaha Surabaya untuk menawarkan kerja sama pembangunan pabrik mamin ke pengusaha Penang, Malaysia.

Keinginan tersebut diutarakan oleh Ketua Kadin Surabaya Jamhadi saat menerima kunjungan Ketua Menteri Negara Bagian Penang Malaysia, Lim Guan Eng, bersama rombongannya dari anggota parlemen dan pengusaha Penang ke Surabaya, Senin (26/9/2011).

Hadir dalam kesempatan tersebut, General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak I Putu Ariawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya Endang Catur, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, dan Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Surabaya.

Diungkapkan Jamhadi, saat ini hubungan dagang antara Indoensia, khususnya Surabaya dengan Malaysia cukup bagus. Ini terlihat dari neraca perdangan Surabaya-Malaysia. Saat ini, ekspor Surabaya ke Malaysia mencapai US$982 juta, sementara impor Surabaya dari Malaysia mencapai US$485 juta. Dari total impor tersebut, sekitar Rp1,56 triliun adalah produk makanan dan minuman.

"Ini cukup besar. Untuk itu, kami menawarkan kepada mereka untuk kerjasama dengan pengusaha Surabaya membangun pabrik mamin di sini. Pastinya kami juga memberikan iming-iming kemudahan investasi, besarnya akses pasar dan lain sebagainya. Dan alhamdulillah mereka cukup tertarik," ungkap Jamhadi.

Selain itu, lanjutnya, Kadin Surabaya juga menawarkan kerjasama transformasi pengetahuan dan teknologi. Dengan kesamaan latar bebakang budaya dan keagamaan, dipastikan keahlian Malaysia untuk menciptakan bahan pengawet dari sawit sebagai pengganti minyak babi misalnya, akan sangat bermanfaat jika diterapkan oleh pengusaha Surabaya.

"Kami juga berharap ada transformasi keilmuan dengan mereka. Dan kami juga berharap bisa menjalin hubungan sister Kadin dengan pengusaha Penang Malaysia. Sehingga nantinya, hubungan ekonomi pengusaha Penang Malaysia dengan pengusaha Surabaya tidak harus melalui pemerintah. Biarlah pemerintah berhubungan dengan pemerintah, sementara pengusaha bisa terus berjalan tanpa campur tangan mereka, seperti yang sudah terjalin dengan pengusaha Korea Selatan," terangnya panjang lebar.

Sementara itu, Ketua Menteri Negara Bagian Penang Malaysia, Lim Guan Eng berharap, direct flight atau penerbangan langsung dari Surabaya ke Penang, Malaysia bisa diperbanyak, yang saat ini masih sekitar tiga kali dalam semiggu bisa ditingkatkan menjadi tiga kali dalam sehari.

"Dengan penambahan penerbangan langsung, hubungan ekonomi antara kedua belah pihak semakin meningkat," ujarnya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/21/2014
12.015
IHSG
10/21/2014
5.029,34
-11,19 (-0,22%)