Standard mutu produk UMKM perlu ditingkatkan

Pakar nutrisi Unair, Bambang Wirjatmadi, menyampaikan materi tentang penggunaan teknologi tepat guna untuk UMKM
Berita Terkait
SURABAYA, kabarbisnis.com: Upaya peningkatan mutu produk yang dihasilkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. Melalui pelatihan standardisasi mutu, Kadin berharap bisa menguatkan posisi mereka di pasaran.
"Jumlah UMKM yang menghasilkan produk berstandar mutu tinggi sangat kecil sekali, tidak sampai 10%. Sementara 90% lebih masih menghasilkan produk yang tidak berstandard mutu. Padahal mereka harus bersaing untuk mendapatkan pasar," kata Koordinator Pelatihan Pengembangan dan Penguatan UMKM kadin Jatim, Puguh Iryantoro, di Universitas Widya Mandala Surabaya, Kamis (6/10/2011).
Di kampus tersebut, Kadin menggelar pelatihan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas produk UMKM.
Menurut Puguh, dalam pelatihan tersebut, UMKM diberikan penjelasan tentang bagaimana memilih dan mencari bahan yang bermutu, mengelola dengan standar mutu sehingga akan menghasilkan produk bermutu tinggi.
"Sebab, seringkali karena ketidaktahuan mereka akhirnya produk yang dihasilkan tidak memenuhi standar. Seperti dengan menggunakan formalin sebagai bahan pengawet, boraks sebagai bahan pengenyal, pestisida, atau berbagai bahan kimia lainnya yang membahayakan kesehatan dan jiwa manusia," terangnya.
Khusus dalam pelatihan yang diikuti oleh sedikitnya sekitar 75 pelaku UMKM dari Surabaya dan sekitarnya ini, tim dari Kadin Jatim akan memberikan contoh pengolahan produk tahu nirlimbah.
"Kali ini kami akan mendemokan mutu pengolahan kedelai menjadi tahu dengan menggunakan sari air laut tanpa harus ada limbah. Sebab, sebenarnya air limbah yang dibuang itu mengandung mineral dan vitamin yang tinggi," ungkap Puguh.
Lebih lanjut ia mengatakan, rangkaian pelatihan pengembangan dan penguatan UMKM tersebut dalam rangka mendukung program Provinsi Jatim untuk menumbuhkan banyak wisausahawan bermutu di Jatim.
Pelatihan untuk UMKM di kampus UWM Surabaya ini merupakan satu rangkaian program dari pelatihan yang digelar Kadin Jatim dan tim sejak akhir Mei lalu di sejumlah kabupaten/kota di Jatim. Pelatihan ini dimaksudkan untuk membangun daya saing UMKM. Berbagai model pelatihan diberikan. Total ada 20 aktivitas pelatihan dan penguatan UMKM yang dilakukan Kadin Jatim untuk semua kabupaten/kota di Jatim. Program ini gratis dan bisa diikuti siapa pun.
Di Kabupaten Banyuwangi, misalnya, diadakan pelatihan pembuatan bakso ikan bagi para perempuan dari berbagai latar belakang profesi. Di Lumajang diisi dengan pelatihan pemanfaatan tampar pisang untuk kerajinan.
Dengan rata-rata peserta latihan sebanyak 40 orang sampai 70 orang, diharapkan separuh dari mereka bisa meningkatkan kinerjanya melalui peningkatan mutu produk. "Yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa meningkatkan mutu sehingga bisa bersaing di pasar bebas," tegas Puguh. kbc6
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9775.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +33.69 menjadi 5155.093
- Pilihan Editor: Terdesak impor, Kadin-KPPI gencar sosialisasi safeguards di Jatim
- Roy Suryo dukung Banyuwangi pacu wisata melalui kompetisi olahraga
- Praktik kartel bikin bunga bank di RI tertinggi se-Asean?
- Jabat Gubernur BI, Agus Marto bersumpah tak akan terima suap
- Unesa ambisi jadi pusat litbang industri batik Nusantara
- Pensiunan ini rutin beli Jaguar lima kali dalam setahun
- Pensiun, Beckham gandeng bos Manchester City beli tim MLS?
- Rambah bisnis ponsel, Jennifer Lopez gaet Verizon
- Awas informasi pribadi Anda disalahgunakan situs belanja online
- BTPN dorong pensiunan PNS jadi wirausaha
- Pebisnis desak pemerintah gencar sosialisasi AEC 2015
- Harga BBM naik, pemerintah rancang subsidi bagi UMKM
- Enam bisnis ini diyakini tidak bakal redup
- Sambut AEC 2015, pemerintah dorong perempuan berwirausaha
- Pemerintah siapkan Rp50 M genjot wirausaha nasional
- Di sini kaum wanita bisa bekerja dari mana saja
- Linda Gumelar dorong wanita RI berwirausaha
