Menikmati gurihnya bisnis ikan Nila Arwana

(Indu Pradono Adi/kabarbisnis.com)
PURWAKARTA, kabarbisnis.com: Potensi bisnis perikanan budidaya ikan Nila Nirwana serasa gurih seperti rasanya. Tingginya permintaan pasar membuat para pendeder atau penangkar jenis ikan ini tidak dapat memenuhinya. Omzet dari hasil panen untuk satu masa waktu selama 50 hari mencapai lebih 50%.
Didih Mulih, seorang pendeder benih budidaya ikan Nila Nirwana di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Puwakarta kepada kabarbisnis.com di Purwakarta, Rabu (30/11/2011), mengaku kesulitan memenuhi permintaan pasar. Selama ini ia beserta belasan pendeder menjualnya ke waduk Jatiluhur.
Sebagai penangkar, dia tidak perlu dipusingkan menjual benihnya. Para pengumpul atau pedagang besar sudah menunggu hasil pemuliaan benih ikan Nila yang akan panen setiap 45-50 hari sekali.
"Sebetulnya ada permintaan di luar Jatiluhur. Pasar di Subang dan Majelengka juga meminta tapi kita tidak bisa memenuhi karena kemampuan produksi sudah maksimal dan kapasitas kolam sudah maksimal," kata dia.
Saat ini, Didih memiliki sembilan kolam penangkaran antara 500 meter-1.000 meter (2 kolam). Selama ini,ia memperoleh benih tebar yang dikembangkan dari Balai Pengembangan Benih Air Tawar(BPIAT) Wanayasa, Purwakarta.S etap penangkar dapat memperoleh benih tebar berbentuk paket. Satu paket berisi 100 ekor benih jantan dan 300 benih betina seharga Rp 2,5 juta.
Untuk kolam 1.000 meter persegi, tutur Didih, membutuhkan larva sebanyak 120.000 ekor. Sementara biaya produksi mencakup pakan, tenaga kerja, ongkos angkut. Total biaya investasi yang dibutuhkan berkisar Rp 6,4 juta duntuk satu kali masa produksi.
Selama masa penangkaran selama 50 hari itu, sambung Didih, mampu menghasilkan benih ikan Nila Nirwana rerata sebesar 1 ton. Angka itu sudah memperhitungkan angka kematian larva antara 6-8 %. "Omzet yang kita peroleh dari hasil penangkaran mencapai Rp 12 juta.Untuk satu kilogram (kg) benih dihargai pengumpul Rp 12.000," kata dia.
Besarnya potensi margin yang bakal diperoleh Didih belum berhenti di situ. Dalam satu masa kali produksi pendederan ikan Nila Nirwana, juga dibarengi panen dari dua kolam berukuran 500 meter.Bisa,ditebak potensi omzet dari nilai yang sama dari kolam ukuran besar.
Kepala UPTD Balai Pengembangan Benih Ikan Air Tawar Budiman menuturkan, ikan Nila Nirwana merupakan nila strain unggul yang telah dirilis sejak 2006.Sejak tahun ini,balai sudah merilis Nila Nirwana generasi 2.
"Sebelum strain benih unggul Nirwana dirilis membutuhkan waktu produksi selama 4-5 bulan.Ini lama sekali," tutupnya. kbc11
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9905.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini -24.96 menjadi 4815.492
- Pilihan Editor: Pangeran Arab ini berambisi bangun gedung tertinggi sejagat
- Garap lima proyek, Intiland rogoh Rp 3,2 triliun
- Pangeran Arab ini berambisi bangun gedung tertinggi sejagat
- Seorang Wanita di Boston habiskan US$ 560.000 untuk membeli lahan parkir
- Alicia Keys berburu wanita jago teknologi asal RI
- Seberapa pentingkah Twitter bagi bisnis Anda?
- PlayStation 4 akan lebih murah dari Xbox One?
- Kabarbisnis.com juarai lomba karya tulis REI Jatim
- OJK gandeng anak usaha Bank Dunia susun peta jalan tata kelola perusahaan
- Menikmati gurihnya bisnis ikan Nila Arwana
- UKM batik cetak omset miliaran rupiah
- Mengecap miliaran rupiah dari cokelat rumahan
- Bingung nganggur, kini Ririn jadi bos olahan ikan
- Teknologi tepat guna untuk kembangkan UMKM
- Sentuhan teknologi genjot kinerja UMKM
- Bisnis minyak bulus beromset ratusan juta
- Bisnis UKM cokelat raup miliaran rupiah
- Kemenkeu jamin pajak hanya berlaku buat UKM kelas menengah
- Indonesia dan China siap pamer produk UKM bareng
- Pemerintah siap permak toko koperasi jadi UKM Mart
- BTPN dorong pensiunan PNS jadi wirausaha
- Pebisnis desak pemerintah gencar sosialisasi AEC 2015
- Harga BBM naik, pemerintah rancang subsidi bagi UMKM
- Enam bisnis ini diyakini tidak bakal redup
- Sambut AEC 2015, pemerintah dorong perempuan berwirausaha
