loading...
Kategori
Aneka BisnisTop Figure
Mode Baca

Suara-suara berbahaya bagi Dahlan Iskan

Online: Selasa, 10 Januari 2012 | 14:19 wib ET

Menteri BUMN Dahlan Iskan mencurahkan perasaannya soal wacana pencalonan dirinya sebagai salah seorang presiden atau wakil presiden pada Pemilu 2014. Menurut Dahlan, suara-suara itu sangat membahayakan dirinya. Masyarakat bakal mengira dia bekerja keras memperbaiki BUMN hanya karena punya motif politik untuk meraih jabatan presiden atau wapres pada 2014.

"Jujur saja, suara-suara itu sangat membahayakan saya. Saya takut orang mengira Dahlan itu kerja keras karena punya maksud politik, mau jadi presiden atau wapres," curhat Dahlan saat menyambangi kantor PT Semen Gresik Tbk di Gresik, Senin (9/1/2012). Dahlan berbicara di hadapan ratusan karyawan Semen Gresik di sebuah aula di kantor tersebut.

Menurut Dahlan, dirinya sama sekali tak punya beban dan maksud politik. "Saya ini nggak punya partai, nggak minat dan nggak akan masuk partai. Apalagi saya juga sering menghujat partai. Partai-partai itu parah bukan main," ujar Dahlan disambut tawa ratusan karyawan Semen Gresik.

"Sekarang ini kan eranya desentralisasi, daerah-daerah diberi kewenangan. Tapi partai kok malah sentralisasi. Mau jadi calon bupati, anggota DPR, anggota DPRD semua minta restu pengurus pusat," lanjut Dahlan.

Karena tak mau berpikiran politik, Dahlan cuma ingin fokus pada tiga hal, yaitu kerja, kerja, dan kerja. "Kita kerja, kerja, kerja, tapi mereka (politikus, Red) cuma ngomong saja. Yang banyak ngomong di televisi itu seolah bisa jadi presiden semua. Padahal kalau ikut pemilu, dapat (suara) 1% saja sudah bagus," kata Dahlan, lagi-lagi disambut tawa ratusan karyawan Semen Gresik.

Dahlan meminta semau BUMN kompak dan mulai fokus ekspansi. Dia tak mau mengintervensi BUMN dan karena itu orang lain pun dilarang intervensi. "Saya nggak mau intervensi, seharusnya orang lain jangan intervensi juga dong ke BUMN," ujarnya.

Indonesia, kata Dahlan, sudah harus mulai bekerja lebih keras lagi. BUMN-BUMN harus kuat, tapi pebisnis swasta juga harus kuat. "Tirulah Jepang. Jepang itu menancapkan kukunya di Indonesia sejak zaman kita sangat-sangat susah dulu. Saat saya jadi dirut PLN, didatangi orang Jepang yang menawarkan alat untuk power plant. Merka tahu benar sejarah power plant kita, kapan mesinnya harus diganti, apa jenisnya, semuanya tahu karena mereka memang masuk ke kita sejak kita masih susah dulu," beber Dahlan. kbc5

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
11/24/2014
12.153
IHSG
11/24/2014
5.141,76
29,72 (0,58%)