Bayar utang, Bakrie Telecom emisi saham baru 10%

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) berencana menerbitkan saham baru melalui non-preemtive rights 10% senilai Rp900 miliar untuk menyelesaikan beban utang yang jatuh tempo tahun ini.
Operator CDMA dengan merek Esia itu akan mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau non-HMETD ini pada pertengahan Maret 2012. Dalam aksi korporasi ini, salah satu perusahaan telekomunikasi nasional menjadi standby buyer.
"Kami tetap yakin industri ini adalah high growth industry. Oleh karena itu, BTEL perlu menyehatkan dan memperkuat struktur modal untuk melayani pelanggan yang lebih banyak," kata Presdir BTEL, Anindya Novyan Bakrie, di Jakarta, Kamis (1/3/2012).
Selain untuk melunasi utang obligasi, dana hasil aksi korporasi tersebut juga akan digunakan untuk membayar utang yang belum jatuh tempo. Perseroan memiliki utang yang jatuh tempo sebesar Rp650 miliar pada 4 September tahun ini. kbc10
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9775.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +33.69 menjadi 5155.093
- Pilihan Editor: Terdesak impor, Kadin-KPPI gencar sosialisasi safeguards di Jatim
- Roy Suryo dukung Banyuwangi pacu wisata melalui kompetisi olahraga
- Praktik kartel bikin bunga bank di RI tertinggi se-Asean?
- Jabat Gubernur BI, Agus Marto bersumpah tak akan terima suap
- Unesa ambisi jadi pusat litbang industri batik Nusantara
- Pensiunan ini rutin beli Jaguar lima kali dalam setahun
- Pensiun, Beckham gandeng bos Manchester City beli tim MLS?
- Rambah bisnis ponsel, Jennifer Lopez gaet Verizon
- Awas informasi pribadi Anda disalahgunakan situs belanja online
- Fundamental aduhai, saham KIJA dan SMGR layak untuk dilirik
- Sir Alex turun, saham Manchester United jeblok
- Juni, BEI siap buka lagi lelang anggota bursa
- Masuk generasi keempat, Sidomuncul serius IPO
- Hero Supermarket incar dana rights issue Rp3,46 triliun
- Medco bagikan 30% laba untuk dividen
- Japfa bakal borong kembali sahamnya
- Tembus 5.089, IHSG cetak level tertinggi
- Aksi borong asing kembali kerek IHSG 0,3% ke 5.208
- Masuk generasi keempat, Sidomuncul serius IPO
- Charoen Pokphand bagi-bagi dividen Rp754 miliar
- Penjualan Indocement cuma naik tipis 2%
- Sir Alex turun, saham Manchester United jeblok
- Tembus 5.089, IHSG cetak level tertinggi
- Fundamental aduhai, saham KIJA dan SMGR layak untuk dilirik
- Juni, BEI siap buka lagi lelang anggota bursa
