Gandeng lokal, R&M masuk Indonesia
JAKARTA, kabarbisnis.com: Reichle & De Massari (R&M), perusahaan dari Swiss pemimpin pasar di bidang penyedia passive cabling sollution untuk jaringan komunikasi yang berkualitas tinggi, menapakkan kakinya di Indonesia dengan menunjuk perusahaan lokal PT Data Global Komukatama (DGK) sebagai distributor resmi.
Hal ini sejalan dengan keinginannya memperluas pangsa pasar di Asia Tenggara. Sejak berdiri tahun 1995 dan memiliki latarbelakang yang kuat di bidang pendistribusian produk jaringan, DGK telah memiliki pengalaman yang luas dan pengetahuan di bidang bisnis kabel serta memiliki sinergi yang kuat dengan penyalur dan pemasok.
"Bagi R&M, ini merupakan aset dan kunci untuk sukses. Kami mencari partner yang mengerti pasar dan industri ini dengan baik. Memiliki keahlian yang benar dan hubungan yang luas sesuai dengan kreteria DGK," ujar Laurent Amestoy, Executive Vice President of R&M untuk wilayah Asia Pasifik dalam siaran persnya, Kamis (22/3/2012).
Melalui kerjasama baru ini, R&M berharap dapat memperkenalkan keunggulan teknologi Swiss ke pasar, dengan memberikan lebih banyak pilihan dan memberikan cabling solutions yang berkualitas kepada konsumen.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Indonesia adalah pasar besar yang sedang berkembang pesat. Kami melihat potensi dan peluang yang tak ada batasnya disini, khususnya dengan adanya peningkatan di bidang infrastruktur dan pembangunan komersial saat ini dan mendatang yang cukup signifikan.
"Target kami adalah untuk mencapai minimal 10% pangsa pasar dalam 5 tahun mendatang. Dengan dukungan yang besar dari DGK, saya merasa yakin dan mudah-mudahan R&M dapat mencapai peningkatan yang pesat di masa mendatang."
"Untuk mencapai hal itu, kami telah merencanakan beberapa tahap kegiatan pemasaran. Yang akan kami lakukan melalui serangkaian roadshow dan seminar di berbagai lokasi di Indonesia, serta berpartisipasi dalam berbagai konperensi yang penting dan berpengaruh untuk menciptakan brand awareness."
Pelatihan bersertifikat seperti R&M Qualified Program (QPPY juga akan dilakukan untuk memastikan rekanan memiliki sertifikasi dan dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai. Hal ini penting untuk menjamin kualitas produk dan layanan. Array
Sementara itu, Direktur PT Data Global Komunikata, Isak Utomo menambahkan pihaknya merasa senang dan positif terhadap kerjasama ini dikarenakan R&M telah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam industri ini. Terlebih lagi, kami memiliki visi yang sama, yang merupakan dasar yang penting bagi kelangsungan kerjasama.
Menurutnya, pada tahap awal R&M dan DGK akan memfokuskan pada produk low smoke zero hologen (LSZH), khususnya kabel LSZH. Kabel ini memiliki bahan pembungkus yang memiliki karakteristik rendah asap, rendah racun dan rendah korosif. Kabel semacam itu, yang telah terbukti lebih aman pada saat terjadi kebakaran, telah wajib digunakan di Eropa dan menjadi populer di banyak negara lainnya.
"Kabel ini penting digunakan khususnya di Indonesia, dimana kebakaran sering terjadi dan terus meningkat. Sering kali, kematian disebabkan karena menghirup gas-gas beracun," tambah Isak.
Sangatlah penting untuk mengurangi kesempatan terpapar terhadap gas-gas ini dengan melakukan evakuasi yang aman semaksimal mungkin.
"Pemerintah Indonesia telah menganjurkan penggunaan kabel data yang ramah lingkungan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di tempat kerja. Kami berharap kerjasama ini dapat menguntungkan kedua belah pihak dan memberi kontribusi kepada masyarakat dalam jangka panjang dengan menyediakan solusi kabel yang ramah lingkungan," ungkap Isak.
Dari segi harga, diakuinya bahwa LSZH sedikit lebih mahal dari pada PVC. "Namun, harga lebih yang harus dibayar akan berdampak signifikan pada manusia dan lingkungan," pungkas Isak. kbc9
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9767.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +19.24 menjadi 5207.999
- Pilihan Editor: Tren perusahaan raksasa dunia yang mengemplang pajak
- Freeport beri beasiswa anak korban terowongan runtuh
- Berniaga.com: Investasi kami cukup untuk 5 tahun ke depan
- Pelanggan Indovision kini bisa tonton TV di tablet
- Gelar Pasar Meriah, berniaga.com temukan penjual-pembeli
- Novel Harry Potter terjual US$228 ribu
- Chatib Basri ingatkan bubble price di IHSG
- Digarap serius, potensi bisnis properti di daerah luar biasa
- Mendadak jadi guru, bos Semen Indonesia motivasi pelajar agar tak loyo belajar
- Pemerintah minta bank permudah kredit industri kreatif
- Bangun pabrik di RI, VW berburu pemasok komponen lokal
- Industri kulit dan alas kaki Jatim mulai menggeliat
- Dahlan klaim sejak 2012 PD di Jatim cetak untung
- Agar eksis, industri tekstil RI harus incar segmen atas
- Pelindo III-AKR bangun kawasan industri di Gresik
- Indonesia berpeluang jadi basis industri oleokimia
- Lima sektor industri ini bakal nikmati tax holiday
- Perkuat kerja sama bisnis, pengusaha Selandia Baru kunjungi RI
- Wismilak siap pasok filter rokok Ke Taiwan dan Polandia
- Sritex siap tantang tekstil China di negaranya
- Wismilak incar produksi 3,6 miliar batang rokok
- Lima sektor industri ini bakal nikmati tax holiday
- Pabrik rokok keluarga siap-siap dibebani cukai tinggi
- Indonesia berpeluang jadi basis industri oleokimia
- Incar tambahan produksi 2,5 juta ton, Indocement kebut dua pabrik baru
