loading...
Kategori
Aneka BisnisTop Figure
Mode Baca

Kisah Subiyono curahkan hidup untuk perkebunan

Online: Selasa, 27 Maret 2012 | 10:50 wib ET

DIREKTUR UTAMA PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X Subiyono terlihat masih sangat cekatan dan bersemangat meski sudah memasuki usia ke-61 tahun. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) tersebut baru saja berulang tahun yang ke-61 tahun pada 21 Maret lalu.

"Alhamdulillah, masih diberi kesehatan. Saya juga bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengabdi di bidang yang menyita sebagian besar hidup saya, yaitu dunia perkebunan. Nyaris semua fase kehidupan saya curahkan untuk dunia perkebunan," ujar Subiyono.

Subiyono sendiri selama ini memang dikenal sebagai “orang perkebunan”. Karirnya di dunia perkebunan terbentang sangat panjang. Sejak umur 24 tahun dia sudah berkiprah di dunia perkebunan Jatim. Sebelum diberi amanah menjadi dirut PTPN X, Subiyono malang-melintang menangani dunia perkebunan, khususnya di Jatim. Dia juga sempat menjadi kepala Dinas Perkebunan Jatim. Subiyono mengoordinatori pengembangan perkebunan di berbagai daerah di Jatim.

"Dulu saya yang pertama kali mengembangkan kapas di Bojonegoro, saya sesuaikan dengan karakteristik lahan untuk membantu petani," ujarnya.

Peraih gelas magister agribisnis tersebut juga telah menyunting buku berjudul “Agribisnis Tebu: Membuka Ruang Masa Depan Industri Berbasis Tebu di Jawa Timur” bersama pakar pertanian Rudi Wibowo.

Meski sebenarnya bisa menikmati pensiun seusai menjadi kepala Dinas Perkebunan Jatim, Subiyono mengaku tak bisa diam. Banyak pikiran dan tenaga yang masih ingin dia curahkan untuk pengembangan dunia perkebunan. Pemerintah pun akhirnya mempercayai Subiyono untuk memimpin PTPN X, salah satu perusahaan gula unggulan.

"Senang rasanya setelah pensiun masih bisa mengabdi di dunia yang benar-benar saya sukai," tuturnya.

Kesibukan Subiyono kini pun bertambah. Dia baru saja terpilih menjadi ketua umum Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI). Di IKAGI, Subiyono berikhtiar untuk mewujudkan pola pengembangan industri berbasis tebu yang lebih komprehensif.

“IKAGI harus berperan sebagai katalisator untuk menggairahkan industri gula nasional,” ujarnya.

Industri gula nasional memang harus dipacu di tengah kebutuhan gula yang semakin meningkat. Tahun ini, perkiraan kebutuhan untuk gula konsumsi mencapai 2,290 juta ton dan untuk industri makanan dan minuman (mamin) mencapai sebesar 2,7 juta ton per tahun.

“Persoalan yang cukup mendasar dan mendesak untuk dicarikan solusinya bersama adalah rendahnya daya saing komoditas tebu dibanding berbagai komoditas lainnya. Tebu harus mampu bersaing dengan padi, tembakau ataupun bawang merah yang saat ini daya tawarnya cenderung lebih tinggi,” ujar Subiyono.

Pekerjaan rumah lain yang harus diselesaikan adalah peningkatan produktivitas tebu melalui perbaikan di sisi on farm dan off farm. Untuk on farm yang harus dilakukan di antaranya adalah perbaikan pola tanam serta penggantian varietas tebu unggulan dan penerapan pembibitan dengan metode yang lebih efektif. Sementara dari sisi off farm efisiensi pabrik gula (PG) harus terus ditekan melalui revitalisasi dan diversifikasi produk. kbc5

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/31/2014
12.085
IHSG
10/31/2014
5.089,55
30,70 (0,60%)