loading...
Kategori
EnergiMigas
Mode Baca
Kurs USD-IDR
8/30/2014
11.690
IHSG
8/29/2014
5.136,86
-47,62 (-0,93%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Hanya mobil 1.300 CC ke bawah bisa pakai premium

Online: Jum'at, 13 April 2012 | 09:18 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski saat ini para pemilik kendaraan bermotor serta agen tunggal pemegang merek (ATPM) harap-harap cemas terkait pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi kendaraan, namun dikabarkan bahwa usulan pembatasan itu mengarah pada larangan mobil berkapasitas mesin di atas 1.300 CC akan dilarang mengonsumsi BBM bersubsidi.

Aturan itu sendiri diperkirakan akan kelar di akhir April nanti dan direncanakan berlaku efektif mulai Mei 2012.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), A. Qoyum Tjandranegara mengatakan, nantinya kendaraan bermesin 1.300 cc ke atas tidak boleh lagi beli premium, akan diwajibkan membeli BBM non subsidi.

"1.300 cc ke atas tidak boleh lagi beli Premium," kata Qoyum di Jakarta, Kamis (12/4/2012) malam.

Menurutnya, aturannya akan segera keluar pada akhir April 2012. "Jika apakah BPH Migas siap? Siap tidak siap harus siap," tegasnya.

Namun kata Qoyum, yang masih jadi perdebatan saat ini adalah metode pembatasan yang akan dilakukan di lapangan khususnya di SPBU. "Masih dipilih-pilih jalan yang tepat, terutama pengawasannya di SPBU," ucapnya.

Terkait kepastian pemerintah akan membatasi 1.300 cc ke atas atau 1.500 cc ke atas? Qoyum memastikan yang diberlakukan adalah 1300 cc ke atas. "Setahu saya 1.300 cc ke atas yang akan diberlakukan, tidak tahu kalau ternyata pemerintah berubah lagi," tandasnya.

Sebelumnya memang beredar opsi bahwa yang akan dipakai adalah mobil 1.500 cc ke atas dilarang beli Premium (BBM bersubsidi). Itu disampaikan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo.

Apakah yang dibatasi 1.500 cc ke atas? "Dapat bocoran ya?, salah satu opsinya itu, masih dibicarakan dengan para steakholder," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo beberapa waktu lalu. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda