Bos Kereta Api berambisi kalahkan pesawat

Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito
MAKIN banyaknya maskapai penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC) yang beroperasi di Indonesia membuat penumpang moda transportasi lain seperti kereta api menurun.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama Januari-Februari 2012 jumlah penumpang KA mencapai 31,8 juta orang atau turun 0,03% dibanding periode yang sama 2011. Sedangkan jumlah penumpang pesawat domestik periode Januari-Februari 2012 mencapai 8,4 juta orang atau naik 5,28% dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat 8 juta orang.
Kondisi ini tak pelak membuat manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) harus berpikir keras mencari cara merebut kembali penumpang untuk bisa mereka angkut.
Berbagai cara dilakukan mulai memperpanjang masa pemesanan tiket menjadi 90 hari, dari dulunya maksimal 30 hari, sampai menggandeng outlet-outlet ritel macam Indomaret dan Alfamart untuk menjadi agen penjualan tiket.
Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito menyatakan keinginannya merebut kembali penumpang KA yang kini berpaling menggunakan moda transportasi udara.
"Kami akan berusaha keras mencari cara mengalahkan pesawat. Salah satu senjatanya adalah kemudahan pemesanan tiket," katanya.
Ia menambahkan, saat ini pemesanan tiket pesawat oleh masyarakat masih sulit dilakukan. Calon penumpang harus mencari agen tiket resmi atau mendatangi outlet masing-masing maskapai, yang tentunya membutuhkan waktu.
"Kami menawarkan kemudahan seperti pemesanan tiket melalui toko ritel yang buka 24 jam. Jadi ibaratnya kalaupesan tiket kereta api pakai sandal jepit dan kaos oblong pun bisa, karena bisa dilakukan di dekat rumah calon pelanggan," ujarnya. kbc8
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9775.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +33.69 menjadi 5155.093
- Pilihan Editor: Terdesak impor, Kadin-KPPI gencar sosialisasi safeguards di Jatim
- Roy Suryo dukung Banyuwangi pacu wisata melalui kompetisi olahraga
- Praktik kartel bikin bunga bank di RI tertinggi se-Asean?
- Jabat Gubernur BI, Agus Marto bersumpah tak akan terima suap
- Unesa ambisi jadi pusat litbang industri batik Nusantara
- Pensiunan ini rutin beli Jaguar lima kali dalam setahun
- Pensiun, Beckham gandeng bos Manchester City beli tim MLS?
- Rambah bisnis ponsel, Jennifer Lopez gaet Verizon
- Awas informasi pribadi Anda disalahgunakan situs belanja online
- Eddy William Katuari dan kepak sayap Grup Wings
- Arum Sabil, dari tukang foto keliling hingga Anggota DGI
- Dymas, dari ayam bakar sampai ojek motor
- Mengurus BUMD kurang sukses, ditugasi jadi Dirut PLN?
- Teguh Kinarto, transformasi sang tukang kredit keliling
- Hotbonar Sinaga sang Man of the Year
- Bukik dan ide tolol perubahan
- Hikayat krisis, hikayat Maryono
- Ketut Mardjana jadi bos kantor pos se-ASEAN
- Upik, dari Perhutani ke bos BUMN benih
- Di-CT Scan Profesor Hafid, Dahlan sehat-sehat saja
- Maryono, dari Bank Mutiara jadi bos BTN
- Komitmen anti-suap bos perusahaan setrum
- Wamen ESDM yang suka "ngojek"
- Anindya: Tripartit harus dijalankan
- Pejabat grup Bakrie pimpin insinyur se-Indonesia
