loading...
Kategori
Aneka BisnisTransportasi
Mode Baca

Sewa kereta kepresidenan Rp 21 juta/gerbong

Online: Senin, 23 April 2012 | 15:03 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Guna mendorong sektor pariwisata di dalam negeri, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) melayani carter kereta khusus wisata.

Untuk layanan ini, KAI bahkan rela menyediakan kereta wisata khusus yang biasa digunakan Presiden SBY. Kereta ini bisa digunakan oleh masyarakat, dengan membayar biaya sewa kereta hingga Rp 21 juta setiap gerbongnya.

Manager Corporate Image Care, Agus Komarudin mengatakan, untuk menunjang kepariwisataan, KAI memberikan pelayanan carter kereta khusus wisata.

"Juga untuk berbagai keperluan seperti rapat, pesta pernikahan, ulang tahun hingga jalan-jalan di atas Kereta Api menuju berbagai kota tujuan," kata Agus Komarudin di Jakarta, Senin (23/4/2012).

Menurutnya, KAI mempunyai tiga jenis kereta wisata yang masing-masing diberi nama Nusantara, Bali dan Toraja. "Ketiga kereta wisata tersebut dapat dirangkaikan pada Kereta Api Reguler yang dilengkapi dengan kereta pembangkit (listrik) berkekuatan minimal 300KVA, seperti KA Argobromo Anggrek, Argo lawu, Dwipangga, Argo Muria, Argo Gede, Bima dan Sembrani," ungkapnya.

Soal biaya sewa, Agus mengungkap jika pengguna kereta wisata yang kerap digunakan Presiden SBY ini harus merogoh kocek hingga Rp 21 juta per gerbongnya. Namun tergantung jarak dan fasilitas yang digunakan.

Kapasitas untuk setiap gerbongnya bisa mencapai 19-22 penumpang. "Misalnya dari Gambir ke Surabaya mencapai Rp 21 juta. Bisa juga dari Gambir ke Semarang dengan biaya mencapai Rp 16,5 juta jadi tergantung tujuannya kemana," jelasnya.

Untuk pemesanan kereta wisata ini, Agus menjelaskan, calon penumpang hanya tinggal menghubungi PT Kereta Api Pariwisata di Jalan Djuanda. Namun waktunya 3 minggu sebelum keberangkatan.

"Karena harus dilihat nantinya apakah ada jadwal Presiden menggunakan kereta ini atau tidak," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/20/2014
12.408
IHSG
12/19/2014
5.144,62
31,28 (0,61%)