loading...
Kategori
Aneka BisnisPerdagangan
Mode Baca

Terbit, aturan Angka Pengenal Importir baru

Online: Kamis, 03 Mei 2012 | 15:29 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 tahun 2012 mengenai angka pengenal impotir.

Aturan yang langsung ditandatangani Menteri Perdagangan pada 1 Mei tersebut memuat mengenai angka pengenal importir umum (APIU) dan angka pengenal importir produsen (APIP).

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurti mengatakan, sesuai permen tersebut, nantinya importir dibedakan sebagai importir pemegang angka pengenal angka importir umum dan produsen.

"Nantinya setiap perusahaan yang ingin jadi importir harus memegang angka pengenal importir ini," kata Bayu di kantornya, Jakarta, Kamis (3/5/2012).

Dipaparkannya, dalam permendag itu berlaku suatu ketentuan bahwa satu perusahaan hanya boleh memiliki satu APIU dan APIP. Nantinya, suatu perusahaan yang mempunyai APIU dan APIP hanya diperbolehkan untuk mengimpor barang yang berada di dalam satu bagian dari daftar bagian sistem klasifikasi barang.

"Jadi Indonesia melakukan impor sebanyak 8.000 item bersasarkan kelompok kalisifikasi barang dan dibagi menjadi 21 item, misalnya kelompok barang dan tekstil lain, dan sebagainya," paparnya.

Ditambahkannya, bila suatu perusahaan melakukan impor kendaraan, maka dilarang untuk mengimpor makanan atau barang yang masuk dalam kategori klarifikasi makanan lainnya. Adapun tujuan diterbitkannya Permendag ini adalah agar imporitiasi tersebut bisa berlangsung secara tertib dan juga mendapatkan importir-importir yang lebih kredibel.

"Lalu APIP, boleh impor barang jadi, untuk tes pasar dan untuk kepentingan komplemeter atau pelengkap. Untuk dua ketentuan ini berlaku ketentuan akan jumlah dan waktunya. Namun terkait berapanya akan diberikan oleh kemeterian teknis," pungkasnya.

Sekadar informasi, perusahaan-perusahaan yang melakukan impor tersebut diberikan waktu untuk melakukan penyesuaian terhadap Permedag baru ini hingga 31 Desember 2012. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/21/2014
12.045
IHSG
10/21/2014
5.029,34
-11,19 (-0,22%)