China-Jepang-Korsel berkongsi investasi

Senin, 14 Mei 2012 | 20:46 WIB ET

BEIJING, kabarbisnis.com: Sebuah tonggak perjanjian investasi antara tiga negara, yakni China, Jepang dan Republik Korea (Selatan) akhirnya ditandatangani di Beijing Minggu (13/5/2012), setelah berbagai negosiasi dilakukan bertahun-tahun. Pembicaraan mengenai perjanjian perdagangan bebas ketiga negara akan diluncurkan tahun ini juga.

Jika perjanjian perdagangan bebas (FTA) ketiga negara jadi ditandatangani, maka tensi politik antar ketiga negara bakal menurun dan mengintegrasikan ketiga kekuatan ekonomi di Asia Timur Laut.

Para pakar perdagangan juga mencatat, bahwa Washington yang juga berminat terlibat dalam Kemitraan Trans-Pacific, tak perlu khawatir dengan FTA tiga jurus ini, karena perjanjian ketiga negara itu sudah melingkupi kepentingan AS.

Laporan kantor berita China Xinhua, Senin (14/5/2012) menyebutkan, menteri perdagangan ketiga negara menandatangani perjanjian kerjasama investasi yang memfasilitasi dan melindungi kepentingan ketiga negara tersebut ditandatangani ketika PM China Wen Jiaobao, Presiden Korsel Lee Myung Bak dan PM Jepang Yoshiko Noda, bertemu di Beijing Minggu (13/5/2012).

“Perjanjian investasi adalah dokumen hukum mengenai kerjasama segitiga dalam bidang ekonomi. Ini adalah sebuah tonggak penting,” tutur PM Wen pada konferensi pers di Bangsal Agung Rakyat di Beijing.

China sendiri mempersilakan Jepang dan Korea memperluas investasinya di China dan berharap kedua negara tersebut juga akan menjadi tujuan investasi utama China di luar negeri. “Perekonomian global memang mulai pulih dengan pelan, sementara krisis utang Eropa belum usai,” tambah Wen.

Perjanjian segitiga ini, menurut Wen, akan meningkatkan integrasi perekonomianm Asia Timur. Perjanjian investasi yang disepakati pada Maret lalu setelah bernegosiasi panjang sejak 2007, termasuk 27 klausul dan sebuah protokol yang memfasilitasi topik-topik seperti investasi dan resolusi persengekataan bisnis, dimuat dalam website Kementerian Perdagangan China.

Pakta kerja sama ini memberikan lingkungan investasi yang transparan dan stabil bagi ketiga pihak dan menjadi dasar penting bagi FTA China-Jepang-Korsel.

“Perjanjian investasi ini akan memungkinkan para investor Jepang dan Korea melihat pasar China yang semakin terbuka, industrinya akan semakin baik serta medorong pertumbuhan ekonomi China kian laju,” ungkap Zhang Xiaoji, peneliti Pusat Riset Pembangunan pada Dewan Negara.

"Disetujuinya perjanjian segitiga ini akan memperkuat pertumbuhan ekonomi China dengan 0,5 persen dan pertumbuhan peluang kerja sebesar 1,0 persen, sementara ekspor China akan bertambah kecepatannya dengan sekitar 4,0 persen,” ujar Zhang. kbc9

Bagikan artikel ini: