Resesi teknis, ekonomi Eropa kian gawat

BRUSSEL, kabarbisnis.com: Kondisi ekonomi-politik di zona euro semakin pelik. Masa depan kelompok 17 negara pengguna euro tersebut masih dipenuhi tanda tanya. Sejumlah pihak sudah meyakini bahwa hanya tinggal sejengkal lagi zona euro masuk ke tubir resesi teknis. Yang membahayakan, krisis Eropa ini bisa berdampak sangat buruk ke seluruh belahan dunia.
Biro Statistik Uni Eropa (UE), Eurostat, seperti dikutip dari Reuters, melaporkan, tingkat produksi sektor perindustrian di zona euro pada Maret lalu turun 0,3% dibanding bulan sebelumnya. Angka ini lebih buruk ketimbang estimasi pasar yang memprediksi tingkat produksi bisa tumbuh sebesar 0,4%.
"Secara tahunan (year-on-year), produksi perindustrian turun 2,2% pada Maret 2012, penurunan keempat kalinya berturut-turut. "Hanya Jerman, Slovenia, dan Slovakia yang dapat membukukan pertumbuhan," demikian pernyataan Eurostat di Brussels, Belgia.
Martin van Vliet, ekonom dari ING di London, Inggris, menilai, data tersebut memberi gambaran jelas bahwa zona euro telah memasuki resesi teknis untuk kedua kalinya dalam kurun tiga tahun terakhir. Kinerja buruk industri sudah dibarengi dengan melemahnya konsumsi domestik lantaran ada program penghematan anggaran.
"Produksi sektor perindustrian saat ini menjadi alarm bahwa produk domestik bruto (PDB) pada kuartal pertama tahun ini sepertinya akan terkontraksi. Pengetatan fiskal membuat pertumbuhan aktivitas perindustrian tahun ini berjalan lamban," paparnya.
Reuters pekan lalu melakukan jajak pendapat terhadap para ekonom. Para ekonom sepakat bahwa perekonomian zona euro akan terkontraksi 0,2% pada kuartal I/2012. Pada kuartal IV/2011, zona euro juga sudah terkontraksi 0,3%. Dengan dua kali kontraksi berturut-turut, sebuah zona negara bisa dikatakan sudah terperosok ke resesi.
Para pemimpin negara anggota Uni Eropa sendiri akan bertemu di Brussels pada 23 Mei mendatang untuk menyusun langkah baru penanganan krisis. kbc3
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9798.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini -86.596 menjadi 5121.403
- Pilihan Editor: Terdesak impor, Kadin-KPPI gencar sosialisasi safeguards di Jatim
- Pensiun, Beckham gandeng bos Manchester City beli tim MLS?
- Rambah bisnis ponsel, Jennifer Lopez gaet Verizon
- Awas informasi pribadi Anda disalahgunakan situs belanja online
- Bos Bulog berbagi kisah sukses dengan siswa SMA di Jatim
- Freeport beri beasiswa anak korban terowongan runtuh
- Berniaga.com: Investasi kami cukup untuk 5 tahun ke depan
- Pelanggan Indovision kini bisa tonton TV di tablet
- Gelar Pasar Meriah, berniaga.com temukan penjual-pembeli
- Menilik perkembangan pasar China saat ini
- Di kota inilah para orang tajir dunia tinggal
- Melambat, ekonomi Malaysia cuma tumbuh 5%
- Kisah Bill Gates, makin rajin berderma makin kaya raya
- Ternyata, lebih dari 100 orang AS meninggal tiap hari karena kecelakaan kerja
- Pencuri gondol perhiasan US$1 juta di festival film Cannes
- Dinilai sangat rasis, iklan Pepsi ditarik
- Bill Gates kembali jadi orang terkaya sejagad
- Belanja 500 robot polisi, Brasil rogoh US$7,2 juta
- Sri Mulyani masuk 100 wanita berpengaruh versi Forbes
- Tren perusahaan raksasa dunia yang mengemplang pajak
- Perkuat pasar, Merck agresif beli kembali saham
- Amazon hanya bayar 4,5% pajaknya
- Heboh Google curangi pembayaran pajak di Inggris
- Di Inggris, Google tilep pajak hingga jutaan pound sterling
- Bulan depan, zona ekonomi perdagangan RI-China diresmikan
