loading...
Kategori
MakroGlobal
Mode Baca
Kurs USD-IDR
4/16/2014
11.458
IHSG
4/16/2014
4.873,01
2,80 (0,06%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Resesi teknis, ekonomi Eropa kian gawat

Online: Selasa, 15 Mei 2012 | 10:42 wib ET

BRUSSEL, kabarbisnis.com: Kondisi ekonomi-politik di zona euro semakin pelik. Masa depan kelompok 17 negara pengguna euro tersebut masih dipenuhi tanda tanya. Sejumlah pihak sudah meyakini bahwa hanya tinggal sejengkal lagi zona euro masuk ke tubir resesi teknis. Yang membahayakan, krisis Eropa ini bisa berdampak sangat buruk ke seluruh belahan dunia.

Biro Statistik Uni Eropa (UE), Eurostat, seperti dikutip dari Reuters, melaporkan, tingkat produksi sektor perindustrian di zona euro pada Maret lalu turun 0,3% dibanding bulan sebelumnya. Angka ini lebih buruk ketimbang estimasi pasar yang memprediksi tingkat produksi bisa tumbuh sebesar 0,4%.

"Secara tahunan (year-on-year), produksi perindustrian turun 2,2% pada Maret 2012, penurunan keempat kalinya berturut-turut. "Hanya Jerman, Slovenia, dan Slovakia yang dapat membukukan pertumbuhan," demikian pernyataan Eurostat di Brussels, Belgia.

Martin van Vliet, ekonom dari ING di London, Inggris, menilai, data tersebut memberi gambaran jelas bahwa zona euro telah memasuki resesi teknis untuk kedua kalinya dalam kurun tiga tahun terakhir. Kinerja buruk industri sudah dibarengi dengan melemahnya konsumsi domestik lantaran ada program penghematan anggaran.

"Produksi sektor perindustrian saat ini menjadi alarm bahwa produk domestik bruto (PDB) pada kuartal pertama tahun ini sepertinya akan terkontraksi. Pengetatan fiskal membuat pertumbuhan aktivitas perindustrian tahun ini berjalan lamban," paparnya.

Reuters pekan lalu melakukan jajak pendapat terhadap para ekonom. Para ekonom sepakat bahwa perekonomian zona euro akan terkontraksi 0,2% pada kuartal I/2012. Pada kuartal IV/2011, zona euro juga sudah terkontraksi 0,3%. Dengan dua kali kontraksi berturut-turut, sebuah zona negara bisa dikatakan sudah terperosok ke resesi.

Para pemimpin negara anggota Uni Eropa sendiri akan bertemu di Brussels pada 23 Mei mendatang untuk menyusun langkah baru penanganan krisis. kbc3

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda