Bangun hotel dan mal, Bukit Darmo siapkan Rp 350 M

Jum'at, 08 Juni 2012 | 12:50 WIB ET
(Purna Budi Nugraha/Kabarbisnis.com)
(Purna Budi Nugraha/Kabarbisnis.com)

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bukit Darmo Property Tbk terus mengembangkan proyek properti di Surabaya dan beberapa kota lain. Tahun ini, pengembang ini memfokuskan pengembangan hotel bintang lima di Surabaya serta mal dan hotel di Bali.

Direktur Utama PT Bukit Darmo Property Tbk, Philip Tonggoredjo mengatakan, untuk merealisasikan ekspansi di kedua proyek itu, pihaknya menyiapkan dana hingga Rp 350 miliar.

"Untuk hotel Melia Adiwangsa kita siapkan investasi sebesar Rp 200 miliar, sementara pengembangan mal dan hotel di Bali perseroan memproyeksikan investasinya sebesar Rp 150 miliar," kata Philip dalam paparan publik di Surabaya, Jumat (8/6/2012).

Saat ini, pihaknya tengah melakukan tahap final design serta segala kebutuhan teknis yang dikehendaki oleh operator hotel Sol Melia Hotels & Resorts. Pembangunan konstruksi hotel berkapasitas 260 unit kamar tersebut telah dilakukan awal tahun ini, dan ditargetkan mulai beroperasi akhir tahun 2013 atau awal 2014.

Dipaparkannya, potensi pasar hotel bintang lima di Surabaya masih cukup terbuka, mengingat penyebaran hotel di segmen itu belum merata. "Dan seiring dengan pengembangan kota ke barat Surabaya, kita optimistis bahwa dengan lokasi yang strategis, Melia Adiwangsa ini nantinya akan memiliki okupansi yang tinggi," ujar Philip.

Melia Adhiwangsa, tambah dia, akan memadukan konsep three in one, yakni perpaduan antara hotel, mall dan golf. "Ini yang tidak dipunyai hotel lain. Paling mereka punya mal, tapi kita juga punya padang golf," jelasnya.

Direktur PT Bukit Darmo Property Tbk, Brasada Chandra menambahkan, untuk proyek pusat perbelanjaan dan hotel di Bali, saat ini pihaknya masih mematangkan konsep kerja sama dengan mitra bisnis. Meski demikian, ia memastikan bahwa segmen pasar yang dibidik proyek yang berlokasi di Denpasar tersebut adalah segmen menengah dari masyarakat lokal.

"Kita juga dalam tahap perancangan desain dengan anchor tenant," ungkap Chandra.

Terkait dana yang disiapkan, Chandra mengaku selain diambilkan dari kas likuid internal, juga menjajaki dari partner bisnis. kbc7

Bagikan artikel ini: