loading...
Kategori
EnergiMigas
Mode Baca
Kurs USD-IDR
7/25/2014
11.579
IHSG
7/25/2014
5.088,80
-9,84 (-0,19%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Tahun depan, kuota BBM bersubsidi 46,01 juta KL

Online: Selasa, 11 September 2012 | 07:51 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati volume untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk tahun 2013 sebesar 46,01 juta kiloliter (kl). Angka tersebut naik 6 juta kl dibanding kuota tahun ini sebesar 40 juta kl.

"Volume BBM itu terdiri dari premium 29,6 juta kl, minyak tanah 1,7 juta kl, dan solar 15,11 juta kl," kata Menteri ESDM Jero Wacik, di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2012).

Selain itu, harga minyak Indonesia (Indonesian crude price/ICP) dalam RAPBN 2013 disepakati sebesar US$100 per barel.

Kuota sebesar 46,01 juta KL diajukan oleh pemerintah seiring dengan bertumbuhnya ekonomi serta pertumbuhan kendaraan bermotor yang terbilang tinggi. "Kuota sebesar ini memang kita ajukan sesuai dengan pertumbuhan kendaraan bemotor yang tinggi. Tahun ini saja pertumbuhan kendaraan bermotor mencapai 9 juta, apalagi tahun depan," kata Jero.

Menurut Jero, untuk kuota elpiji 3 kg disetujui sebesar 3,86 juta ton. Sedangkan subsidi biodiesel Rp 3.000 per liter, bioetanol Rp 3.500 per liter, LGV Rp 1.500 per liter dan alpha BBM Rp 642,64 per liter.

"Ini hasil yang baik yang kita bisa menyelesaikannya," tandas Jero.

Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana juga mengamini kesepakatan tersebut. "Ya sesuai dengan hasil rapat kerja tadi disepakati kuota BBM pada tahun 2013 sebesar 46,01 juta KL," kata Sutan. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda