Putra bos Maspion bidik kondotel di 3 kota

Jum'at, 14 September 2012 | 09:28 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Besarnya potensi pasar hotel dan apartemen di sejumlah kota besar tampaknya menarik minat eksekutif muda di Tanah Air. Seperti yang dilakukan generasi penerus Maspion Group.

Dengan bendera PT Marindo Surya, yang didirikan Sugiarto Alim –putra Alim Markus bos Maspion Group-- siap membangun sejumlah kondotel di Surabaya, Semarang dan Bali. Sebagai langkah awal, Marindo menyiapkan dana hingga Rp 65 miliar untuk membangun mendirikan hotel bintang 3 setinggi 12 lantai di Surabaya Pusat.

Assistant Director Property PT Marindo Surya Sugiyanto mengatakan, meski sebagai pemain baru di sektor properti, namun pihaknya siap bersaing dengan hotel-hotel bintang tiga yang beroperasi terlebih dulu di kota-kota besar di dalam negeri. Operator hotel yang digandeng untuk menangani manajemennya adalah Aston International.

Rencananya, pengoperasian beberapa hotel tersebut didasarkan optimisme tentang prospek bisnis perhotelan yang tergolong bagus, seiring pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

“Kami saat ini mulai membangun hotel bintang 3 Quest Hotel setinggi 12 lantai di atas lahan seluas 1.200 meter persegi di kawasan Jalan Ronggolawe Surabaya, yang ditargetkan rampung pada Agustus 2013. Nilai investasinya Rp 65 miliar,” tuturnya, Kamis (13/9/2012).

Lokasi Hotel Quest Surabaya yang dirancang memiliki 135 unit kamar itu berdampingan dengan hotel yang telah beroperasi terlebih dulu yakni Hotel Mirama Mercure. Kelak hotel milik Marindo Surya itu akan dioperasikan dengan tarif kamar Rp 500.000-600.000 per malam.

Tamu yang akan dijaring adalah kalangan pebisnis, maka hotel tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas yang dibutuhkan oleh para pebisnis antara lain ruang rapat.

Sugiyanto Alim menambahkan, tahun ini juga pihaknya siap membangun hotel di Semarang, Jawa Tengah, dan Badung, Bali. “Tahun depan akan menambah hotel di pusat kota Surabaya, yang dipadukan dengan kondominium (kondotel),” paparnya.

Meski sebagai pengendali, namun ia menegaskan bahwa usaha tersebut atas nama pribadi, bukan merupakan bagian dari kegiatan usaha di bawah Maspion Group.

Langkah untuk merambah bisnis properti bukan hanya dilakukan kali ini saja oleh keluarga petinggi Maspion. Pasalnya, sebelumnya Alim Satria --adik Alim Markus-- juga telah mengembangkan sejumlah proyek hotel, apartemen hingga pusat perbelanjaan. kbc10

Bagikan artikel ini: