Twenty-One Group kembali bangun kondotel di Bali

Rabu, 26 September 2012 | 14:56 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Besarnya potensi pasar properti khususnya hotel di Bali mendasari pengembang asal Surabaya, Twenty-One Development Group untuk kembali membangun hotel di provinsi ini.

Twenty-One Group kembali menggandeng Tauzia Hotel Management mengembangkan Hotel Eden di Benoa, Bali. Kerjasama keduanya mengulang sukses proyek pembangunan Hotel Eden tahun 2010 lalu yang berlokasi di Kuta, Bali

Direktur Twenty-One Development Group, Stephanus Setyabudi mengatakan, pembangunan Hotel Eden akan dimulai pada Maret 2013 dan diperkirakan mulai beroperasi November 2015. Lokasi Benoa diakuinya cukup potensial, mengingat wilayah ini menjadi primadona baru wisatawan, seiring gencarnya proyek infrastruktur mulai dibangun di wilayah ini, seperti tol yang menghubungkan Tanjung Benoa hingga Nusa DUa melewati bandara Ngurah Rai.

"Kami membangun 200 unit kamar, dimana 100 unit diantaranya kami jual ke investor dengan konsep kondotel, dan 100 unit sisanya kami kelola, meski seluruh pengelolaan 200 unit akan dilakukan dengan bendera Eden oleh Tauzia Hotel Management," kata Stephanus di sela penandatanganan kerja sama Twenty-One Development Group dengan Tauzia Hotel Management di Surabaya, Rabu (26/9/2012).

Dibangun di atas lahan seluas 1 hektare, lanjut Stephanus, Eden Hotel Benoa berkapasitas 5 lantai plus 1 antai basement. Dari tiga tipe kamar yang dibangun, semua unit memiliki ocean view balcony. "Seiring dengan kian gencarnya pembangunan properti dan tempat wisata di Bali, hotel-hotel yang memiliki view pantai kian sulit didapat. Dengan kenyataan ini, kami optimistis bahwa proyek ini merupakan investasi yang sangat-sangat potensial," ungkap Stephanus.

Chairman Twenty-One Development Group, Roy Sindhumala menambahkan, berkaca pada proyek Eden yang juga kembangkan di Kuta, Bali pada 2010 lalu, minat investor terhadap total 300 unit yang ia jual cukup tinggi. Terbukti, hanya dalam waktu sepekan sejak dipasarkan, langsung ludes terjual.

"Mereka sudah punya gambaran bahwa investasi di sana menjanjikan. Ternyata benar, karena nilai investasinya saat ini sudah berlipat 2-3 kali," ujar Roy.

Sayangnya, baik Stephanus maupun Roy enggan menyebut harga jual kondotel yang ia tawarkan. Ia baru akan membuka harga pasti ketika proyek tersebut mulai ditawarkan ke investor dalam waktu dekat.

"Namun jika melihat kondisinya, kemungkinan harganya di atas Rp 2 miliar per unit," tandas Roy. kbc7

Bagikan artikel ini: