Banjir melanda, pebisnis ritel pertanyakan alokasi pajak

Senin, 21 Januari 2013 | 08:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Banjir yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya cukup membuat pelaku usaha ritel mengalami kerugian. Melihat kenyataan ini, Asosiasi pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta agar infrastruktur dapat dibenahi sehingga tidak terjadi bencana lagi. Pasalnya, Perusahaan ritel telah memberikan sumbangsih yang banyak untuk penerimaan pemerintah yang salah satunya untuk pembangunan.

"Perusahaan ritel adalah pelaku usaha pembayar pajak yang taat, kita bayar pajak dan retribusi kemudian PPN barang dibayar untuk Pemda, tapi itu kan salah satu pembangunan, harusnya ada perbaikan infrastruktur," ujar Wakil Sekretaris Jendral Aprindo Satria Hamid, Minggu (20/1/2013).

Satria menambahkan, keadaan ini tidak seimbang, lantaran perusahaan ritel rajin memberikan penerimaan pemerintah, akan tetapi tidak bisa mengatasi keadaan saat banjir.

"Kan kita tahu November, Desember, sampai Februari dipastikan puncak hujan, tapi kenapa selalu terulang terus? Infrastruktur yang sebenarnya bisa dibenahi. Jangan pemerintah mengkambing hitamkan karena faktor alam, harusnya melihat infrastruktur, karena ada yang tidak beres dengan sistem infrastruktur kita," ," ujar Satria.

Menurutnya, perusahaan retail selalu jelas akan sumbangsihnya terhadap penerimaan negara dari sisi pajak. Karena itu, wajar saja jika para pengusaha ritel menuntut perbaikan infrastuktur. "Jangan ngomong-ngomong aja perlu membenarkan infrastrukturnya," ujar Satria. kbc10

Bagikan artikel ini: