loading...
Kategori
Aneka BisnisAgribisnis
Mode Baca
Kurs USD-IDR
4/18/2014
11.465
IHSG
4/17/2014
4.897,05
24,04 (0,49%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Kementan: 85% Kebutuhan daging dipenuhi sapi lokal

Online: Selasa, 05 Maret 2013 | 16:38 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian tetap meyakini bahwa pasokan sapi lokal mampu memenuhi kebutuhan daging sapi nasional tahun ini. Pasokan sapi lokal diklaim mampu memenuhi kebutuhan daging sapi nasional hingga 85 persen.

"Data kami dari kajian IPB (Institut Pertanian Bogor) dan melibatkan para ahli, stakeholder. Kajian itu memungkinkan untuk bisa menyuplai 80-85 persen kebutuhan," kata Menteri Pertanian Suswono usai membuka rapat Panitia Nasional Codex Indonesia, di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (5/3/2013).

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, berdasarkan pendataan sapi potong, sapi perah, dan kerbau pada 2011, jumlah ternak yang potensial untuk dipotong hanya 17,58 persen dari total 16,726 juta ekor. Sedangkan populasi sapi potong terdata 14,824 juta ekor, tapi 14,52 juta ekor dimiliki oleh 5,7 juta rumah tangga. Sisanya dimiliki oleh perusahaan dan pedagang.

Perhitungan potensial stok didasarkan pada 90 persen dari jumlah sapi dan kerbau jantan dewasa ditambah sapi dan kerbau betina afkir. Sebanyak 10 persennya digunakan sebagai pejantan kawin alami. Artinya, potensial stok sapi potong hanya sekitar 2.942.220 ekor.

Menanggapi data BPS tersebut, Menteri Suswono mengaku akan mengkaji lebih dalam lagi penghitungan potensial stok sapi potong lokal. Menurut dia, peternak lokal memiliki kecenderungan menjual sapi hanya saat membutuhkan uang untuk biaya sehari-hari atau keperluan mendadak.

"Akan kami dalami, apakah itu masuk dalam kajian termasuk potensi sebagai potensi menyuplai atau memang ada faktor budaya. Kami akan tindaklanjuti," ujarnya.

Berdasarkan proyeksi neraca konsumsi daging sapi, kebutuhan daging sapi tahun ini sebesar 549,7 ribu ton. Dari jumlah kebutuhan itu, sebanyak 474,4 ribu ton dianggap bisa dipenuhi dari dalam negeri sehingga impor ditetapkan sebanyak 80 ribu ton, yang terdiri atas 32 ribu ton berbentuk daging sapi beku dan 267 sapi bakalan yang setara dengan 48 ribu ton daging.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan, kebutuhan daging sapi bisa dipenuhi dari populasi sapi lokal. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan populasi sapi lokal melalui enam program tahun ini.

Pertama, pengaturan pengendalian impor secara konsisten untuk mengendalikan stabilitas harga daging sehingga mampu mendorong motivasi peternak. Kedua, perbaikan distribusi sapi dari sentra produsen ke konsumen. Ketiga, penyelematan sapi betina produktif, keempat, revitalisasi rumah potong hewan. Lalu kelima, optimalisasi inseminasi buatan dan kawin alam. Terakhir, penanganan gangguan reproduksi. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda