loading...
Kategori
KeuanganBank
Mode Baca

Kredit macet naik, Bank Jatim lebih selektif salurkan KUR

Online: Rabu, 06 Maret 2013 | 14:25 wib ET

Dirut Bank Jatim Hadi Sukrianto (KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tingginya tingkat kredit macet atau non performance loan (NPL) untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Jatim pada tahun 2012 menyebabkan pihak bank terkait memilih lebih selektif untuk mengucurkan kredit KUR di tahun ini.

Bank yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim ini memilih untuk menurunkan target menyaluran kredit KUR di tahun 2013 menjadi Rp750 miliar dari target tahun 2012 sebesar Rp1 triliun.

"Tahun ini kami memang menurunkan target penyalurannya karena kami ingin melakukan konsolidasi lebih dulu terkait tingginya NPL KUR di tahun lalu. Pada 2012, NPL KUR kami mencapai 10%, padahal di tahun 2011 NPL KUR kami hanya sekitar 5%," ujar Dirut Bank Jatim, Hadi Sukrianto saat Gathering PT Bank Jatim dengan Pengurus dan anggota Kadin se-Jawa Timur untuk mempererat kerjasama dengan mengenalkan produk dan jasa Bank Jatim, Surabaya, Rabu (6/3/2013).

Tingginya nilai NPL tersebut menurut pengakuannya dipicu oleh persepsi masyarakat yang salah dengan menganggap KUR sebagai dana hibah yang tidak wajib dikembalikan. Terutama KUR untuk sektor perdagangan.

"Masyarakat memang salah mempersepsikan KUR sebagai dana hibah. Untuk itu, kami akan lebih sering dan gencar melakukan sosialisasi," katanya.

Selain itu, Bank Jatim juga akan melakukan percepatan recovery dengan meminta penjaminan atau bahkan akan melakukan klaim kepada pihak asuransi karena dana yang KUR yang macet di tahun 2012 dikisaran Rp170 miliar dari total kredit yang dikucurkan untuk KUR di tahun 2012 sebesar Rp1,7 triliun.

Meski demikian, Hadi optimistis bisa terus memperbesar penyaluran kredit untuk sektor lainnya dengan memperluas jaringan dan jangkauan melalui pembukaan cabang baru. Karena secara umum target penyerapan kredit di tahun 2013 naik dikisaran 23% dari realisasi tahun 2012 sebesar Rp18,55 triliun.

"Untuk itu, di tahun ini, rencananya kami akan menambah sekitar 30 kantor cabang pembantu, diantaranya di Banyuwangi dan Jakarta agar kami bisa lebih mudah menjangkau masyarakat daerah," ujarnya.

Lebih lanjut Hadi mengungkapkan, kinerja penyerapan kredit Bank Jatim kian tahun kian besar. Sampai tahun 2012, Bank Jatim telah menyalurkan kredit kepada pelaku industri besar, menengah dan kecil mencapai Rp18,556 triliun. Realisasi tersebut naik sebesar 15,01% dibanding 2011. Namun, jika dilihat dari sektornya, konsumsi masih cukup mendominasi sebesar 57%.

"Secara bertahap kami ingin mengubah komposisi tersebut, minimal presentasenya bisa menjadi 50% untuk konsumsi dan 50% untuk kredit lainnya," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Dedy Suhajadi mengatakan potensi Kadin untuk menjadi nasabah Bank Jatim cukup besar. Anggota Kadin juga bergerak diberbagai sektor yang cukup variatif. Salah satunya jasa konstruksi yang mendapatkan pendanaan dari Bank Jatim cukup besar. "Bersama kami Bank Jatim akan berkembang dengan pasti," tegasnya.kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
11/27/2014
12.173
IHSG
11/27/2014
5.145,24
12,21 (0,24%)