loading...
Kategori
MakroNasional
Mode Baca

Bank Dunia: Gejolak harga pangan bakal gerus ekonomi RI

Online: Senin, 18 Maret 2013 | 17:23 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: The World Bank atau Bank Dunia mengingatkan gejolak harga sejumlah bahan pangan berpotensi menggerus pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ekonom Utama Bank Dunia dan ManaJer Pengentasan Kemiskinan dan Pengelolaan Ekonomi di Indonesia Jim Brumby mengatakan hal tersebut dalam pemaparannya di Jakarta, Senin (18/3/2013).

Jim Brumby mengatakan, tekanan terhadap perekonomian RI yang terus terjadi belakangan ini seperti naiknya harga beberapa pangan pokok akan memengaruhi inflasi menjadi tinggi. "Ada beberapa ukuran yang menjadi fokus kita untuk mengurangi kelemahan ini. Kita sebulan ini bicara mengenai bawang, ini yang terjadi sehingga makanan menjadi mahal. Kita melihat perubahan dari 2011 ke 2013 terjadi penurunan yang sangat besar, khususnya untuk keluarga miskin yang merasakan tekanan ini," beber Brumby.

Brumby menyatakan, tekanan yang lain belakangan ini adalah kondisi perekonomian global yang telah menurunkan harga komoditas ekspor Indonesia. Selain itu tekanan yang meningkat adalah pertumbuhan investasi turun 7% dari tahun ke tahun, juga mengenai neraca perdagangan, lalu pertumbuhan pembiayaan dari perdagangan.

Menurutnya, dilihat dari sisi fiskal, perbandingan dari subsidi energi dan dibandingkan dengan negara lain pertumbuhannya hanya 3,7%.

Dia menambahkan, apabila dilihat dari sektor fiskal Indonesia berbeda dengan negara lain. Defisit yang begitu besar karena subsidi bahan bakar yang cukup besar yakni 3% dari Gross Domestic Product (GDP), tumbuh menjadi 7% di 2012.

Sehingga subsidi energi ini berdampak negatif untuk pembiayaan secara keseluruhan bagi perkembangan di Indonesia dan akan selalu begitu, dan tidak akan baik untuk perkembangannya. Karena itu, dia memprediksi, pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya 6,2%, lebih rendah dibandingkan tahun lalu sebesar 6,3%. kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
11/26/2014
12.191
IHSG
11/26/2014
5.133,04
14,09 (0,27%)