Agar harga tak liar, diusulkan penerapan HET daging sapi

Selasa, 23 Juli 2013 | 05:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Guna mencegah melonjaknya harga bahan pangan, pemerintah diimbau segera menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) terhadap sejumlah komoditas, salah satunya daging sapi yang harganya kini cenderung liar.

Wakil Ketua Komisi IV DPR yang membidangi pertanian dan peternakan, Firman Subagyo mengatakan, HET bukanlah barang haram untuk diterapkan di komoditas pangan. "Tapi perlu payung hukum yang jelas dan tegas. Sudah saatnya pemerintah memberikan proteksi terhadap kemampuan daya beli masyarakat," tuturnya, Senin (22/07/2013).

Ia beralasan, langkah itu harus diambil, mengingat kekuatan kartel atau mafia akan tetap berkuasa di pasaran. Untuk itu, pemerintah memiliki sebuah lembaga khusus yang bertugas menjaga ketahanan bahan pangan.

"Bisa membentuk lembaga baru atau memberikan wewenang lebih kepada Bulog. Kalau sekarang, Bulog belum bisa maksimal. Karena Bulog tidak bisa berbuat apa-apa. Mau bertindak harus menunggu pemerintah. Sementara pejabat kita, hobinya diskusi di televisi. Ngomongnya nggak jelas, kebijakannya apalagi," jelas dia seperti dikutip dari inilah.com.

Sebelumnya, anggota Komisi X DPR-RI, Setya Novanto menandaskan jika begitu pentingnya kenaikan harga daging yang fantastis belakangan, membuat DPR sampai memasukkannya dalam klausul Undang- Undang Perdagangan yang kini sedang dibahas.

"Kami sedang membahas tentang UU Perdagangan, salah satu klausulnya yakni penimbunan dan penjualan di atas Harga Eceren Tertinggi," katanya.

Klausul yang ia maksudkan, yakni terkait anti mengambil keuntungan berlebihan. Hal ini sebagai regulasi pelarangan dan pemberian sanksi tegas kepada penimbunan barang oleh para spekulan atau pun kartel untuk mengeruk keuntungan berlebihan. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: