Kemenperin tantang BUMN produksi mobil murah pedesaan

Selasa, 19 November 2013 | 15:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus berupaya untuk bisa menyediakan mobil dengan harga terjangkau bagi masyarakat pedesaan. Kementerian Perindustrian menegaskan jika program low cost green car (LCGC) berbeda dengan program mobil murah.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, mobil murah yang dimaksud adalah mobil yang dikhususkan untuk angkutan di pedesaan. Menurutnya, sampai saat ini program mobil murah ini belum bisa direalisasikan karena belum ada yang mau memproduksi. Pemerintah mencari BUMN yang mau memproduksi mobil murah ini.

"Saya akan bicara di kabinet. Bukan sebagai regulator, tapi juga pendorong. Kita harus mencari BUMN, kalau ada BUMN mulai, maka swasta masuk. Swasta masuk kalau proyeknya sustainable atau menguntungkan. Kalau sekarang belum menguntungkan. Paling harganya Rp 50 juta," Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2013).

Hidayat mengatakan, perusahaan-perusahaan besar boleh masuk ke bisnis mobil murah pedesaan asalkan memenuhi ketentuan dan spesifikasi kendaraannya memenuhi. "Tapi saya inginnya pengusaha nasional," ujar Hidayat.

Pihak kementerian perindustrian menegaskan istilah mobil murah (pedesaan) berbeda dengan 'mobil murah' yang selama ini dikenal dengan LCGC. Dua model mobil itu bagian dari 3 program pengembangan industri otomotif nasional yang dicanangkan pemerintah. kbc10

Bagikan artikel ini: