Bukit Darmo bangun perkantoran premium berkonsep golf view

Jum'at, 13 Desember 2013 | 17:11 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menggeliatnya kawasan Surabaya Barat sebagai pusat bisnis dan pemukiman menengah atas rupanya ditangkap PT Bukit Darmo Property Tbk sebagai peluang bisnis. Pengembang ini saat ini tengah mengembangkan gedung perkantoran premium dengan nama 9blv (baca: Nine Boulevard) yang berlokasi di areal komersial yang menyatu (mixed use) dengan pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, serta lapangan golf.

Presdir PT Bukit Darmo Property Tbk Philip Tonggoredjo mengatakan, kawasan Surabaya Barat terus berkembang menjadi sebuah pusat bisnis favorit. Kian meningkatnya gaya hidup serta kebutuhan akan efektivitas pekerjaan membuat permintaan akan ruang perkantoran khususnya segmen premium diyakini juga meningkat.

"Selama ini ruang perkantoran masih terpusat di tengah kota. Kalaupun ada di kawasan Surabaya Barat masih sebatas ruko atau SOHO (small office home office, red). Padahal, banyak pebisnis yang menginginkan ruang kantor yang bisa menjaga privasinya," kata Philip saat paparan publik perseroan di Club House Bukit Darmo Golf Surabaya, Jumat (13/12/2013).

Oleh karena itu, pihaknya yakin jika 9blv akan mendapat tanggapan positif, mengingat konsep yang diusungnya benar-benar belum ada di Surabaya.

9blv sendiri dibangun setinggi 38 lantai yang keseluruhannya berkapasitas 100 unit yang masing-masing memiliki luas 150 meter persegi. Gedung perkantoran ini selain memiliki lokasi strategis karena terintegrasi dengan pusat perbelanjaan Lenmarc, apartemen The Adhiwangsa, juga Hotel Melia Adhiwangsa Surabaya yang saat ini tengah dibangun, serta berlatar pemandangan lapangan golf.

"Sisi premium selain terlihat dari desain, juga adanya exclusive lounge di setiap dua lantai, serta private lift, da tentunya golf view. Ini yang belum ada di Surabaya, karena ternyata banyak pebisnis yang ingin saat keluar masuk kerja terjaga privasinya," jelas Philip didampingi Komisaris Independen, Letjen (purn) Tarub.

Tak heran, dengan segala kemewahan dan eksklusifitas tersebut, harga yang ditawarkan untuk perkantoran 9blv saat ini di kisaran Rp 27,5 juta per meter persegi. Meski demikian, dia mengklaim hingga saat ini sekitar 60% sudah terjual. "Kita mengebut proyek ini, karena gedungnya sendiri sudah dibangun dan kita tinggal menyesuaikan dengan peruntukannya saja. Ditargetkan 9blv akan mulai beroperasi akhir tahun 2014," ujarnya.

Direktur PT Bukit Darmo Property Tbk Brasada Chandra menambahkan, selain perkantoran 9blv, saat ini perseroan juga fokus untuk pengembangan Hotel Melia Adhiwangsa. Perseroan pun telah menyiapkan dana sebesar Rp 200 miliar untuk proyek renovasi dan penyelesaian akhir hotel bintang lima yang ditargetkan mulai beroperasi awal 2015 tersebut.

"Sama dengan 9blv, bangunan gedung hotel sudah terbangun. Jadi awal bulan depan kita buka tender untuk proyek renovasi dan pembenahan akhir. Jika semuanya sudah beroperasi, saya yakin areal ini akan menjadi sebuah gaya hidup modern terbaru di Surabaya," ujarnya.

Sementara itu terkait kinerja perseroan, sepanjang 9 bulan pertama tahun 2013 total aset perseroan mencapai Rp 845,236 miliar, turun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 944,435 miliar. Sementara itu pendapatan perseroan hanya sebesar Rp 8,687 miliar, turun dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 9,106 miliar. Selama 9 bulan pertama 2013 perseroan mengalami rugi bersih sebesar Rp 41,448 miliar, naik dibanding periode yang sama tahun lalu yang juga rugi sebesar Rp 18,061 miliar.

"Rugi ini murni dikarenakan depresiasi rupiah terhadap dolar AS. Karena perseroan juga telah melakukan serangkaian efisiensi biaya-biaya, apalagi rasio likuiditas perseroan juga terbilang masih terjaga dengan baik," pungkas Chandra. kbc7

Bagikan artikel ini: