loading...
Kategori
KeuanganPasar Modal
Mode Baca

Lamicitra pastikan bangun terminal peti kemas 200 ha di Bangkalan pada 2014

Online: Senin, 23 Desember 2013 | 18:37 wib ET

(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meski sempat tertunda, namun akhirnya PT Lamicitra Nusantara Tbk memastikan rencana pembangunan terminal peti kemas di di Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura akan dimulai tahun 2014 mendatang.

Direktur PT Lamicitra Nusantara Tbk Priyo Setya Budi mengatakan, kepastian dimulainya pembangunan proyek terminal peti kemas tersebut setelah adanya kepastian baik dari para investor maupun pemerintah terkait pengembangan kawasan yang sedianya dinamakan Madura Industrial Seaport City (MISI) tersebut. Seperti diketahui, kawasan ini memang akan memiliki fasilitas pelabuhan internasional yang terintegrasi dengan kawasan industri.

"Selain itu, juga adanya kepastian lahan seluas 200 hektare (ha) yang berhasil kita bebaskan dari target kita semual yang hanya 100 hektare," kata Priyo dalam paparan publik perseroan di Hotel Tunjungan Surabaya, Senin (23/12/2013).

Jika pembangunan proyek itu sesuai target, pihaknya memperkirakan pada tahun 2017 mendatang terminal peti kemas yang diperkirakan akan menyerap investasi sebesar Rp 3 triliun tersebut bisa mulai beroperasi. "Ini proyek jangka panjang dari perseroan. Jika sudah mulai beroperasi diharapkan bisa menopang pendapatan perseroan tentunya," ujarnya didampingi Direktur Lamicitra, Prasetya.

Direktur Lamicitra, Robin Wijaya Gejali menambahkan, selain pembangunan terminal peti kemas, ekspansi lain yang saat ini tengah disiapkan perseroan adalah rencana pembangunan gedung perkantoran di kawasan Jalan Basuki Rahmat Surabaya, dan apartemen yang memanfaatkan lahan seluas 3 hektare milik perseroan di kompleks Darmo Hill Surabaya Barat.

"Untuk dua proyek ini kita sudah menyiapkan dana segar untuk pembangunannya. Saat ini masih dalam tahap desain dan sejumlah perubahan-perubahan technical. Kalau semua sudah siap, pembangunan akan kita mulai," jelas Robin yang menyebut investasi untuk pembangunan gedung perkantoran sekitar Rp 400 miliar.

Terkait kinerja perseroan, hingga September 2013 penjualan dan pendapatan usaha perseroan mencapai Rp 81,78 miliar. Sementara sepanjang tahun 2012, perseroan berhasil membukukan pendapatan hingga Rp 132,24 miliar. Jumlah pendapatan itu ditopang dari empat bidang usaha perseroan, yakni sewa dan jasa pelayanan yang memberikan kontribusi 41%, bidang jasa perhotelan 35%, real estate 22%, dan jasa depo peti kemas sebesar 2%.

Dengan kinerja pendapatan itu, perseroan mampu membukukan laba usaha pada 9 bulan pertama tahun 2013 sebesar Rp 21,47 miliar, sementara laba bersih perseroan sebesar Rp 23,06 miliar. Sepanjang tahun 2012 lalu, laba usaha perseroan mencapai Rp 36,9 miliar, dan laba bersih sebesar 39,25 miliar.

"Laba bersih perseroan lebih tinggi dari laba usaha di tahun ini, selain karena perseroan tidak memiliki utang sehingga tidak menanggung beban bunga, juga adanya pendapatan lain-lain yakni akibat terkerek kurs dolar Amerika Serikat (AS) yang melambung, karena sistem sewa di kawasan industri Semarang memakai kurs dolar AS," pungkas Robin. kbc7

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/20/2014
12.408
IHSG
12/19/2014
5.144,62
31,28 (0,61%)