loading...
Kategori
Aneka BisnisTop Figure
Mode Baca

Program La Nyalla paling konkrit

Menjelang Musda Kadin Jatim 10-11 Agustus 2009

Online: Senin, 27 Juli 2009 | 18:30 wib ET

La Nyalla M. Mattalitti

SURABAYA - Kandidat Ketua Kadin Jatim La Nyalla M. Mattalitti menawarkan sidikitnya 7 program utama yang akan diprioritaskan dalam menguatkan posisi organisasi dunia usaha itu – di tengah melemahnya tensi kegiatan ekonomi nasional maupun global akhir-akhir ini.

Di antara ketujuh program utama itu, La Nyalla menempatkan fungsi mediasi oleh Kadin dalam penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) antara dunia usaha, buruh, dan pemerintah– pada skala prioritas, menyusul tingginya kenaikan inflasi yang memungkinkan antar pihak (awasta & buruh) akan ‘saling ngotot’ pada pendiriannya. Saling kontra kepentingan antarpihak dalam konteks ini hampir terjadi berulang-kali setiap tahunnya.

“Jangan sampai persoalan UMK menjadikan kegiatan usaha stagnan. Kondisi ini tidak baik bagi pengusaha, juga bagi buruh, maupun bagi iklim usaha di daerah. Karena itu Kadin harus berada di garda depan untuk menyeimbangkan hubungan antar pihak,” kata La Nyalla kepada pers di Hotel Elmi, Surabaya, Senin (27/7).

Jika terpilih, kata La Nyalla, pihaknya juga akan memprioritaskan penataan ulang fungsi organisasi dan penguatan fungsi sekretaritan Kadin Jatim guna mendorong efektifnya kegiatan dunia usaha. Termasuk di dalamnya menyiapkan semacam lembaga riset pasar, kajian kebijakan, trading house, konseling investasi, tourism board, dan kajian ekonomi makro.

“Riset pasar di sini bukan sekadar menyiapkan data, tapi juga berfungsi sebagai market intelligence yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh dunia usaha, khususnya yang terkait dengan perdagangan luar negeri. Semua ini untuk penguatan produk dalam negeri,” kata La Nyalla.

La Nyalla juga berjanji akan segera melakukan penguatan jaringan usaha yang memungkinkan hubungan antara hulu-hilir distribusi barang di Jawa Timur menjadi efektif. Termasuk di antaranya mendorong fungsi infrastruktur pasar seperti Pasar Induk Beras (PIB) yang tengah dibangun di Lamongan, dan Pasar Induk Agrinisnis yang juga tengah dalam pembangunan. “Fungsi kepelabuhanan juga akan kami negosiasikan ulang yang semuanya agar berujung kepada kemudahan bagi dunia usaha sebagai pemakai jasa,” katanya.

Penataan sektor-sektor usaha sesuai zonasinya (lokasi ke daerahan) juga akan digarap pada kepengurusan La Nyalla jika terpilih melalui Musda Kadin Jatim yang akan digelar pada 10-11 Agustus 2009 di Hotel Shangri La, Surabaya. “Konsep ini sebenarnya sudah digagas oleh pengurus periode yang lalu dengan istilah East Java Inc, tinggal didorong agar segera terealisasi,” tambahnya.

La Nyalla juga akan memprioritaskan penciptaan wira usaha baru dalam skala yang besar guna meminimalkan tingkat pengangguran, serta mengurangi disparitas asset ekonomi antara yang kuat dan yang lemah. Dalam hal ini akan dilakukan pelatihan-pelatihan praktis oleh tenaga ahli maupun oleh pengusaha sukses.

“Terkait dengan penciptaan wirausaha baru, kami (Kadin Jatim) akan membantu mencarikan kredit murah melalui berbagai sumber, termasuk di antaranya alokasi dari APBD Jatim, dana CSR perusahaan swasta dan BUMN. Dulu sudah ada kredit untuk IKM yang dipasok APBD Jatim melalui Bank Jatim, tapi kini sudah tiada. Nanti kami coba negosiasikan ulang untuk dihidupkan kembali,” kata La Nyalla.

Beberapa program utama lainnya adalah penciptaan iklim usaha yang baik, termasuk diantaranya keberanian Kadin Jatim untuk menolak setiap kebijakan pemerintah yang tidak pro-dunia usaha. “Pada prinsipnya semua yang akan kami upayakan adalah untuk lancarnya kegiatan dunia usaha di Jatim,” katanya.

Kabarnya La Nyalla telah mendapatkan komitmen sedikitnya 80% suara dari 114 suara Kadin Kabupaten/Kota yang akan diperebutkan pada Musda, serta didukung sekitar 70% dari 23 suara asosiasi-asosiasi. Namun La Nyalla hanya tersenyum saat dikonfirmasi masalah dukungan ini.

Secara terpisah, Ketua HIPMI Jatim Diar Kusuma Putra, mengatakan La Nyalla sebagai pengusaha dan Wakil Ketua Kadin Jatim selama dua periode merupakan alat ukur bahwa sosok tersebut sangat tepat untuk memimpin Kadin Jatim. “Kami yakin sosok seperti Mas Nyalla sangat mampu menjadi fasilitator andal bagi bergeraknya roda organisasi dan berkembangnya kegiatan dunia usaha. Program-program yang disiapkan saya lihat juga paling kongkrit,” kata Diar.

Terkait isu-isu bahwa La Nyalla kurang diterima oleh petinggi Pemprov Jatim dibantah keras oleh Diar. “Saya tahu sendiri hubungan Mas Nyalla dengan Gubernur Jatim kini baik – baik saja. Buktinya Mas Nyalla berkenan hadir pada undangan acara pernikahan putri Gubernur belum lama ini,” kata Diar.

Sementara itu, dari Kantor Gubernur dilaporkan bahwa Gubernur Jatim Soekarwo secara tegas mengatakan bahwa siapapun perlu didorong untuk menjadi Ketua Kadin Jatim, terutama pihak-pihak yang memiliki kemampuan dan antusiasme tinggi untuk membenahi organisasi. “Kami menghargai siapapun yang akan maju menjadi Ketua Kadin yang nota-bene tugasnya sangat berat,” kata Soekarwo seperti disampaikan ulang oleh M Rizal, Wakil Ketua Panitia Pelaksana Musda Kadin Jatim usai menghadap Soekarwo, Senin (27/7).

Menurut Rizal, Soekarwo meminta Panitia Penyelenggara Musda untuk membuat Wellcome Party pada tanggal 9 Agustus malam yang akan dihadirinya, karena besoknya tanggal 10 Agustus - Gubernur ada acara di Bali dan tidak bisa mengikuti pembukaan Musda. kbc1

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/22/2014
12.452
IHSG
12/22/2014
5.125,77
-18,85 (-0,37%)