Duh, jumlah pekerja lansia di Indonesia tertinggi di Asia

Rabu, 16 April 2014 | 12:25 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sebagian besar masyarakat Indonesia ingin terus bekerja meski sudah pensiun atau bahkan sudah berusia lanjut. Banyak alasan bagi mereka, mulai untuk mengisi kesibukan, hingga kurangnya dana investasi atau tabungan ketika sudah lanjut usia.

Direktur PT Manulife Asset Management Indonesia, Putut Endro Andanawarih mengatakan, Indonesia menempati posisi tertinggi dalam partisipasi angkatan kerja usia lanjut di antara delapan negara Asia lainnya. "Lebih dari 40% orang usia lanjut Indonesia terus bekerja setelah mencapai masa pensiun," kata dia dalam pemaparan hasil riset Manulife seperti dikutip dari ketarangan tertulisnya.

Sementara, lanjut dia, rata-rata negara berkembang di Asia seperti Filipina, Tiongkok, dan Malaysia memiliki partisipasi angkatan kerja usia lanjut sebesar 29,7%. Negara-negara maju di Asia yakni Singapura, Jepang, Hong Kong, dan Taiwan mencatat partisipasi usia lanjut sebesar 15%.

Tingginya angka partisipasi angkatan kerja usia pensiun, lanjut Putut, merupakan kabar baik bagi kelangsungan roda perekonomian Indonesia.

Meski begitu, kata dia, hal itu disertai oleh berbagai tantangan. Pertama, orang yang tetap bekerja setelah mencapai masa pensiun akan memiliki umur yang semakin panjang. Otomatis, hal itu membuat biaya kebutuhan hidup dan biaya kesehatan semakin besar.

Kedua, kesempatan kerja itu sendiri akan semakin menipis. "Orang yang sudah mencapai masa pensiun akan lebih sulit bersaing dengan yang masih muda, sehingga akhirnya terpaksa tidak bekerja," kata Putut.

Lagipula, keputusan untuk tetap bekerja hanya merupakan satu dari lima sumber pendapatan utama di masa pensiun selain jaminan sosial, dana pensiun, dukungan keluarga, dan kekayaan rumah tangga.

Pada saat yang sama, masyarakat Indonesia belum begitu mengenal ragam investasi yang dibutuhkan untuk menyiapkan masa pensiun. Padahal, perencanaan keuangan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.

Melihat keadaan tersebut, calon pensiunan disarankan untuk memulai perencanaan masa pensiun sedini mungkin. Perencanaan dapat dilakukan dengan memilih alternatif investasi yang lebih menguntungkan. kbc10

Bagikan artikel ini: