MAPI berniat lepas Domino's Pizza dan Burger King

Jum'at, 23 Mei 2014 | 12:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski kinerja dua perusahaan restoran siap saji yang dikelola, yakni Domino's Pizza dan Burger King cukup memuaskan, namun PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) justru berniat melepas kepemilikan PT Dom Pizza Indonesia (DPI) dan PT Sari Burger Indonesia (SBI) yang mengelola dua restoran tersebut.

Direktur MAPI Susiana Latif mengatakan, dilepasnya dua perusahaan tersebut dimaksudkan agar skala ekonomisnya lebih cepat tercapai. Baginya, perseroan bisa mencapai skala ekonomis tersebut jika manajemen telah membuka setidaknya 150 gerai Domino's dan 30-50 gerai Burger King. Saat ini, manajemen baru memiliki 60 gerai Domino's dan 47 gerai Burger King.

Untuk bisa meningkatkan jumlah gerai tersebut, MAPI tentunya membutuhkan dana yang besar. Tapi disisi lain, kemampuan MAPI untuk mencari pendanaan, khususnya lewat instrumen pinjaman mulai terbatas. "Soalnya, kami juga ingin menurunkan leverage MAPI," kata Susiana, Kamis (22/5/2014).

Sebelumnya, rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) MAPI ada di sekitar level 1,08 kali. Namun setelah penerbitan sisa obligasi berkelanjutan Februari lalu, DER MAPI meningkat jadi 1,2 kali. Manajemen juga mengaku bahwa posisi DER perusahaannya sudah meninggi.

Oleh sebab itu, manajemen lebih memilih menjalin partner dengan mendivestasi DPI dan SBI guna mencapai akselerasi skala ekonomis. Dengan cara tersebut, investasi yang dibutuhkan untuk membuka gerai menjadi lebih ringan, apalagi pasca transaksi tersebut MAPI menjadi pemegang saham minoritas sehingga investasinya pun tidak sebesar mitra baru MAPI tersebut.

"Dengan adanya divestasi ini, selain akselerasi kami juga bisa memanfaatkan transfer teknologi dari Everstone Capital," pungkas Susiana.

Sayangnya siapa investor yang akan membeli Sari Burger Indonesia, manajemen MAPI masih tutup mulut. Adapun aset yang dimiliki Domino's Pizza per kuartal I 2013 tercatat sebesar Rp 133,61 miliar. Sementara, aset Sari Burger Indonesia tercatat sebesar Rp 215,56 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: