Jualan perkantoran Nine Boulevard, Bukit Darmo mulai raup laba

Minggu, 29 Juni 2014 | 19:20 WIB ET
(KB/Purna Budi Nugraha)
(KB/Purna Budi Nugraha)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Setelah mengalami rugi dalam dua tahun terakhir ini, emiten pengembang properti, PT Bukit Darmo Property Tbk akhirnya mulai mencatat kinerja positif, dengan diraupnya laba bersih sebesar Rp 1,53 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun 2014. Padahal, pada periode yang sama tahun 2013 lalu, perseroan harus menelan kerugian bersih sebesar Rp 11,6 miliar.

Presdir PT Bukit Darmo Property Tbk Philip Tonggoredjo mengatakan, kinerja positif perseroan di tahun ini tidak lepas dari keberadaan proyek terbaru perseroan, yakni perkantoran dengan nama 9blv (Nine Boulevard) yang berlokasi di kawasan pusat perbelanjaan Lenmarc Surabaya Barat.

"Kita sudah jualan 9blv tahun ini dan hasilnya cukup mendongkrak kinerja perseroan. Sepanjang Januari-Maret 2014, pendapatan perseroan mencapai Rp 25,347 miliar, naik signifian dibanding periode sama tahun 2013 yang hanya Rp 1,92 miliar," kata Philip usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Surabaya, akhir pekan lalu.

Dengan realisasi penjualan yang dicapai di awal tahun ini tersebut, pihaknya optimistis tetap bisa mempertahankan tren kinerja positif. Pasalnya, perseroan menargetkan hingga akhir tahun ini penjualan 9blv saja sebesar Rp 300 miliar. Saat ini, sekitar 60% dari total ruang perkantoran di sini telah terjual.

9blv sendiri merupakan premium office tower setinggi 38 lantai yang keseluruhannya berkapasitas 100 unit yang masing-masing memiliki luas 150 meter persegi. Gedung perkantoran ini selain memiliki lokasi strategis karena terintegrasi dengan pusat perbelanjaan Lenmarc, apartemen The Adhiwangsa, juga Hotel Melia Adhiwangsa Surabaya yang saat ini tengah dibangun, juga berlatar pemandangan lapangan golf.

Selain perkantoran 9blv, sebut Philip, perseroan juga tengah menyelesaikan pembangunan hotel bintang lima Melia Adhiwangsa yang juga satu lokasi dengan 9 blv. Hotel ni ditargetkan bisa mulai beroperasi tahun 2015 mendatang.

Untuk mewujudkan dua proyek terbarunya itu, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 135 miliar pada tahun 2014 ini. "Untuk penyelesaian proyek 9blv sendiri tahun ini dialokasikan dana Rp 15 miliar, sementara Hotel Melia Adhiwangsa dianggarkan sebesar Rp 120 miliar," tandas Philip didampingi Direktur perseroan, Brasada Chandra.

Sementara terkait pengembangan pusat perbelanjaan Lenmarc, Philip menyebut jika saat ini perseroan terus menambah fasilitas untuk menggaet banyak pengunjung. "April lalu sudah masuk achor tenant besar, dan saat ini disiapkan space untuk avenue walk dan Lenmarc Arts Center. Ini kian memperkuat ikon Lenmarc selain sebagai pusat belanja, life style, kuliner, hingga entertainment, seni, olahraga, dan budaya," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: