Angkutan mudik Lebaran tumbuh 3,73%

Rabu, 06 Agustus 2014 | 13:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Total jumlah penumpang mudik Lebaran tahun 2014 yakni pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran meningkat 3,73 % atau 17.437.063 dibandingkan 2013 sebesar 16.810.387 penumpang.Moda transportasi itu mencakup angkutan darat, laut, udara dan kereta api.

"Kenaikan tertinggi di kereta api yang mencapai 11,71%,"ujar Menteri Perhubungan (Menhub) E.E Mangindaan usai menutup Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu,di Jakarta, Rabu (6/8/2014)

Menhub mengatakan, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor tahun ini sebesar 3.752.204 orang."Kalau 2013, pemudik sepeda motor sejumlah 4.086.188 orang. Ini menunjukkan hasil yang bagus yakni pengguna sepeda motor berkurang cukup signifikan," ujar Mangindaan.

Mangindaan menjelaskan, penurunan ini terjadi karena banyaknya program mudik gratis yang dijalankan oleh pemerintahan dan sejumlah perusahaan swasta.Mangindaan menambahkan, jumlah penguna mobil pribadi di 2014 meningkat 6,11% yakni sebesar 17.437.063 penumpang dibandingkan tahun lalu yang hanya 16.810.387 orang.

Secara garis besar,menurut Menhub, pelaksanaan mudik Lebaran 2014 ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya."Pelayanan angkutan umum lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan jumlah penumpang sudah diimbangi dengan penyediaan sarana angkutan, baik melalui angkutan darat, kereta api, laut dan udara," ujarnya.

Kendati begitu, Mangindaan mengakui tingginya angka kecelakaan, yakni sebanyak 2.878 kejadian, meskipun jumlahnya turun 18,05% dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai 3.512 kejadian."Saya prihatin masih banyak korban kecelakaan Lebaran yang terjadi tahun ini, angkanya di atas 600 kalau nggak salah.

Angka pastinya belum berani saya umumkan karena harus klarifikasi dengan pihak kepolisian. Intinya mencapai angka segitu," ujarnya.

Mangindaan berharap, Kemenhub di bawah kepemimpinan yang baru, akan lebih mensinkronisasikaan angkutan Lebaran dengan optimasi multimoda, rekayasa lalu lintas di jalan, juga harus disinkronisasikan dengan pengaturan cuti bersama, libur sekolah, serta pemberian THR. Sehingga lalu lintas jalan dan permintaan angkutan dapat lebih terbagi dan dikendalikan.

"Selain itu, mudik-mudik gratis juga perlu ditingkatkan, khususnya bagi sepeda motor, karena korban celaka paling banyak di sepeda motor," harapnya.kbc11

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: