Pusat inkubasi bisnis dorong pertumbuhan start up industri kreatif

Senin, 17 November 2014 | 07:28 WIB ET

BANDUNG, kabarbisnis.com: Tren usaha rintisan atau start up di bidang industri kreatif digital seperti aplikasi, games, dan animasi di Tanah Air terus mengalami peningkatan, seiring kian maraknya pendirian pusat inkubasi bisnis di sejumlah daerah.

Direktur Kerja Sama dan Fasilitasi Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain, dan IPTEK Kementerian Pariwisata, Lolly Amalia Abdullah mengatakan, jumlah start up terus bertambah didorong oleh mulai meratanya pusat inkubasi, baik dari pihak swasta maupun pemerintahan.

"Jumlah pusat inkubasi bisnis di Indonesia saat ini sekitar 80-an baik dari swasta maupun pemerintah. Jika setiap tahun rata-rata ada 10 start up yang dibina, tentu saat ini jumlahnya ada ratusan. Namun memang, yang dibina ini tidak semuanya kuat atau masih harus melawan hukum alam untuk bertahan di dunia bisnis atau industri," katanya saat Demo Day Pusat Kreatif Bandung, akhir pekan lalu.

Lolly mengungkapkan, di Pusat Kreatif Bandung sendiri, pada Batch I tahun lalu tercatat 9 start up mengikuti pembinaan dan terus berguguran hingga hanya 3 start up yang bertahan sampai pada masa pendidikan akhir inkubasi. Bahkan menurutnya, saat ini 3 start up tersebut juga tidak lagi berjalan karena alasan masing-masing pihak.

Pada Batch II atau tahun ini, Pusat Kreatif Bandung mencatat terdapat 10 start up yang mengikuti masa pendidikan selama 6 bulan dan seluruhnya berhasil bertahan hingga tahap evaluasi saat ini.

"Pada tahun ini terlihat bahwa yang bertahan hingga tahap evaluasi masih cukup banyak. Mental bisnisnya para pelaku kami nilai lebih siap dari yang sebelumnya, begitu pula kualitas produknya," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: