Ijin turun lebih cepat, Grup Saraswanti majukan jadwal produksi pabrik NPK

Selasa, 18 November 2014 | 21:45 WIB ET

SURABAYA,kabarbisnis.com: Produsen pupuk non-subsidi, Saraswanti Group, optimis proyek peningkatan kapasitas produksi pabrik pupuk NPK di Kalimantan dan Sumatera bisa direalisasikan dalam waktu dekat setelah ijin investasi untuk kedua proyek tersebut rampung lebih cepat. CEO Saraswanti Group, Hari Hardono, mengatakan pada awalnya peningkatan kapasitas pabrik pupuk NPK melalui perluasan pabrik dan pembangunan pabrik baru tersebut baru bisa direalisasikan pada 2016.

"Namun ternyata ijin investasi untuk beberapa proyek ini turun lebih cepat, jadi realisasi pengembangan pabrik dan pabrik baru bisa dilakukan dalam waktu dekat. Kami perkirakan dalam pertengahan tahun 2015," katanya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (18/11/2014).

Saat ini Saraswanti Group sedang melaksanakan beberapa proyek peningkatan kapasitas produksi antara lain adalah perluasan pabrik pupuk NPK Briket di Medan, Sumatera Utara dari kapasitas 60 ribu ton menjadi 100 ribu ton per tahun, pembangunan pabrik baru NPK Granule berkapasitas 100 ribu ton per tahun di Medan, pembangunan pabrik baru NPK Granule berkapasitas 100 ribu ton per tahun di Kalteng dan pembangunan pabrik baru NPK Dolomit berkapasitas 100 ribu ton per tahun di Riau.

Semua proyek tersebut diperkirakan menelan investasi total sekitar Rp 758 miliar. Jumlah tersebut termasuk untuk investasi pabrik dan modal kerja.

Dengan turunnya ijin investasi lebih cepat, maka jadwal produksi bisa dilakukan lebih cepat. Proyek perluasan pabrik NPK Briket di Medan akan beroperasi pada bulan Juni 2015, pabrik baru NPK Granule di Medan pada bulan Agustus 2015, pabrik baru NPK Granule di Kalteng pada Oktober 2015 dan Pabrik Dolomit di Riau pada Mei 2015.

Hari menambahkan, pihaknya serius meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK karena permintaan pupuk NPK non-subsidi masih cukup tinggi serta prospek pasarnya masih cukup bagus. Saat ini total produksi dalam negeri sekitar 2,5 juta ton per tahun belum bisa memenuhi kebutuhan pasar sekitar 8 juta ton.

Saat ini Saraswanti Group baru menguasai 2%-3% pasar pupuk non-subsidi di tanah air. Dalam 5 tahun kedepan ditargetkan penguasaan pasarnya bisa meningkat menjadi 10%. kbc8

Bagikan artikel ini: