Natal dan Tahun Baru, Jatim berikan subsidi ongkos angkut Rp3,5 miliar

Selasa, 25 November 2014 | 23:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) telah merencanakan untuk melakukan Operasi Pasar (OP) menjelang Natal dan Tahun baru di seluruh Jatim. Mekanismenya sama seperti lebaran kemarin, yaitu berupa subsidi biaya angkutan atau distribusi. Besaran dana yang sudah disediakan untuk OP Natal dan Tahun Baru kali ini mencapai Rp 3,5 miliar.

"Sebenarnya pada tahun ini Pemprov Jatim telah menganggarkan dana subsidi ongkos angkut dalam satu tahun sebesar Rp 7 miliar. Rp 2 miliar sudah terpakai saat lebaran kemarin. Sementara untuk operasi pasar natal dan tahun baru nanti kami anggarkan sebesar Rp 3,5 miliar. Jika masih kurang ya bisa ditambah karena masih ada sisa sebesar Rp1,5 miliar," ujar Kepala Disperindag Jatim, Warno Harisasono ketika ditemui di Gedung Grahadi Surabaya, Selasa (25/11/2014).

Menurutnya, subsidi ongkos angkut itu akan diberikan untuk empat komoditas bahan pokok, yaitu beras, gula, tepung terigu serta minyak goreng dengan besaran variatif yang akan disesuaikan dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Selain empat komoditas bahan pokok, subsidi juga diberikan untuk tiga komoditas yang mengalami lonjakan harga, yaitu cabe merah, bawang merah dan bawang putih.

"Besaran subsidi yang akan diberikan untuk tiap komoditas tidak sama dengan besaran subsidi pada saat lebaran kemarin. Pastinya lebih besar karena sekarang kan harga BBM juga sudah naik, jadi ya kami sesuaikan," tegasnya.

OP Natal, ujarnya, akan dilakukan mulai tanggal 12 Desember 2014 selama 10 hari kedepan di 38 kabupaten kota di seluruh Jatim. Sementara OP Tahun Baru juga dilakukan selama 10 hari menjelang dan setelah tahun baru.

"Ada dua titik pasar di setiap kabupaten kota, kecuali Surabaya dilaksanakan di 4 titik. Mana saja pasar-pasar tersebut, masih kami petakan dimana pasar yang mengalami lonjakan harga. Jangan sampai OP dilakukan di pasar yang tidak ada lonjakan harga, bisa-bisa pedagang akan protes," tegasnya.

Terkait lonjakan harga yang terjadi di Jatim paska kenaikan harga BBM, ia mengatakan masih cukup wajar. Kenaikan signifikan hanya terjadi selama tiga hingga empat hari paska kenaikan, setelah itu harga bergerak normal. Beberapa komoditas yang mengalami lonjakan harga diantaranya adalah daging ayam broiler dan telur ayam broiler. "Tetapi sekarang sudah beranjak normal," tegasnya.

Sementara untuk kenaikan harga cabe, baik cabe rawit, cabe merah besar dan keriting disebabkan karena kekurangan pasokan. Karena musim kering berkepanjangan, maka produksi cabe menjadi turun sekitar 50%. "Tetapi sekarang sudah mulai turun karena di beberapa sentra cabe ada yang panen," katanya.kbc6

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: