BPH Migas beri sinyal harga Premium bisa sentuh Rp6 ribu

Rabu, 14 Januari 2015 | 10:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Terus menurunnya harga minyak dunia yang kini telah anjlok hingga 60% dari nilai tertingginya pada Juni 2014 membuka peluang harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Tanah Air kembali mengalami penurunan signifikan.

"Kalau lihat harga minyak sekarang ini di bawah US$46/barel, harga bensin RON 88 saat ini hanya Rp 6.000/liter," ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng, Selasa (13/1/2015).

Namun demikian, lanjut dia, harga Premium tidak bisa diubah begitu saja. Meski sudah tidak disubsidi, harga Premium tetap ditentukan oleh pemerintah sebulan sekali.

"Perhitungannya kan harga rata-rata minyak tanggal 25-24 di bulan sebelumnya. Harga BBM-nya nanti baru turun pada 1 Februari," ucapnya.

Bila harga minyak terus bertahan rendah, Andy menilai bisa saja pada 1 Februari nanti harga Premium turun ke Rp 6.000/liter. Saat ini, harga Premium dipatok di angka Rp 7.600/liter.

"Kalau harga minyaknya rata-rata US$45/barel, bahkan di bawah itu, harga Premium Februari bisa Rp 6.000/liter," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: